Dalam Rangka Menangkal Teroris, Pemkab Kubu Raya Gelar Rapat Koordinasi Lintas Agama

0
439
Rapat koordinasi lintas agama berlangsung di ruang Rapat Kantor Bupati Kubu Raya, Rabu (16/5).

KubuRayaOnline.com – Bupati Kubu Raya, Rusman Ali bersama Kapolresta Pontianak, AKBP Wawan Kristiyanto gelar rapat koordinasi lintas agama dalam rangka menangkal ancaman teror. Rapat koordinasi berlangsung di ruang Rapat Kantor Bupati, Rabu (16/5).

Dalam rapat koordinasi tersebut, turut di hadiri perwakilan Kodim 1207/BS, MUI Kubu Raya, Zamroni, Ketu DPRD Kubu Raya, Bambang Ganevo, dan Sekretaris FKUB Kubu Raya, Ahmad Fatoni.

Rusman Ali pun mengatakan pelaku aksi teror yang membunuh manusia adalah ajaran yang sesat. Keyakinannya tentang beragama keliru. “Sampai detik ini saya tidak tau apa tujuan puncaknya,” kata Rusman Ali.

Untuk mengantisipasi agar paham radikalisme tidak masuk ke Kubu Raya, Rusman Ali meminta seluruh masyarakat Kubu Raya agar waspada. Masyarakat tak boleh lengah.

“Apabila ada orang asing di wilayah kita masing-masing, segera laporkan ke pihak yang berwajib.

Saya minta seluruh jajaran, tokoh masyarakat, tokoh agama untuk bersama-sama menjaga wilayah masing-masing,” imbaunya.

Kapolresta Pontianak  AKBP Wawan Kristiyanto mengatakan, situasi teroris yang berkembang di wilayah Indonesia adalah kelompok JAD di bawah pimpinan Maman Abdurrahman dan kelompok JAT di bawah pimpinan Abubakar Ba’asir.

Kedua kelompok ini sudah di baiat dan berafiliasi ke ISIS. penyerangan yang terjadi di Polda Riau hari ini duga dari kelompok-kelompok tersebut. Untuk situasi Kamtibmas di Kota Pontianak dan Kubu Raya, hingga hari ini masih berlangsung aman terkendali.

Kendati demikian, polisi tetap siaga satu sebagai antisipasi untuk mencegah segala kemungkinan yang bisa saja terjadi. “Sampai saat ini kita belum mendeteksi adanya jaringan-jaringan teroris di wilayah Pontianak dan Kubu Raya. Mudah-mudah tidak ada,” ucapnya. Meski kondisi wilayah hukum Polresta Pontianak aman, namun masyarakat tetap diminta untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Kita harus bersama-sama memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk mewaspadai doktrin-doktrin radikal. Karena doktrin radikal ini sangat berbahaya,” ujarnya.

“Kita harus melakukan perlawanan teroris dengan cara kita masing-masing. Jaringan Pemda kita harapkan bersinergi dengan babinsa dan Kamtibmas untuk menangkal radikalisme ini,” imbaunya.

Dalam rapat koordinasi itu, Wawan sempat mengungkapkan perihal adanya simpatisan ISIS yang beberapa tahun lalu berhasil diamankan pihak kepolisian di daerah Ajungan Kabupaten Ngabang.

“Yang bersangkutan adalah petugas puskesmas. Dia waktu itu mengibarkan bendera ISIS. Dari situ lah kemudian petugas mengamankan yang bersangkutan. Sampai saat ini aparat tetap melakukan pemantauan terhadapnya,” jelasnya.

Laporan: Achmad
Editor: Anton

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here