Penyusunan Raperdes RKP-Des Harus Segera Dirampungkan

0
13
Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kubu Raya, Nursyam Ibrahim

KubuRayaOnline.com – Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Desa Kubu Raya, Nursyam Ibrahim mengungkapkan, hingga kini transfer Dana Desa (DD) tahap satu tahun anggaran 2018 belum dapat dilaksanakan.

“Karena saat ini pihak desa masih berkutat mempersiapkan Rancangan Peraturan Desa tentang Rencana Kerja Desa (Raperdes-RKP-Des). Jadi saat ini desa-desa masih konsultasi soal penyusunan Perdes-RKP-Des,” ujar Nursyam Ibrahim, Rabu (11/3).

Nursyam berharap penyusunan Perdes-RKP-Des bisa selesai dalam waktu dekat. Supaya proses transfer Dana Desa tahap satu bisa segera dilaksanakan.

“Kami berharap mungkin minggu ke-3 bulan April ini. Sepanjang sudah selesai penyusunan Rencana Kerja Desa maka proses transfer Dana Desa tahap satu bisa didistribusikan,” harapnya.

Menurutnya, tahun ini Alokasi Dana Desa (ADD) dari kabupaten maupun Dana Desa (DD) dari pemerintah  pusat mengalami penambahan dari tahun 2017. “Saya tidak hafal angkanya. Tetapi, memang ada penambahan dari tahun lalu,” tuturnya.

Sedangkan untuk desa dalam kategori terpencil dan sangat terpencil akan mendapatkan dana khusus. Hal tersebut diatur langsung oleh Kementerian Keuangan.

“Jadi dari Kementerian Keuangan sudah ditetapkan ada 43 desa yang berdasarkan indeks desa membangun yang mendapatkan dana khusus. Sebanyak 43 desa ini masuk dalam kategori desa tertinggal dan sangat tertinggal,” ulasnya.

Dia menegaskan, penggunaan DD sejatinya harus mengacu pada hasil Musyawarah Desa (Musdes). Karena semua kegiatan pembangunan desa harus melalui tahapan Musdes.

“Seharusnya memang perencanaan pembangunan desa mestinya dibahas pada tahun lalu, sehingga pada tahun ini tinggal dilaksanakan saja,” lugasnya.

Sementara itu, ihwal geliat pembangunan Badan Usaha Milik Desa (BUM-Des), Nursyam mengungkapkan, dari 188 desa yang ada di Kubu Raya. Sampai saat ini pihaknya mencatat sudah ada sekitar 43 desa yang sudah memiliki BUM-Des. “Kemudian ada enam desa di Rasau yang berhimpun membuat BUM-Des bersama,” ungkapnya.

Menurut Nursyam, sejauh ini desa yang sudah memiliki BUM-Des sudah terlihat menuai hasil. Tetapi memang belum maksimal. “Mengelola BUM-Des memang berat. Apalagi sumber daya yang ada di desa sangat terbatas,” jelasnya.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kubu Raya, H Odang Prasetyo mengatakan, pemerintah pusat telah memberi instruksi melalui kepala daerah agar mendorong desa segera membuat BUM-Des. “Tahun ini pembuatan BUM-Des di desa-desa memang menjadi instruksi,” ucapnya.

Menurutnya, sejauh ini perkembangan BUM-Des masih relatif rendah. Untuk itu, dinas terkait harus terus melakukan pembinaan. “Supaya sebanyak 118 desa yang ada bisa segera memiliki BUM-Des. Meski hal itu memang bukan pekerjaan yang mudah,” ujar Sekda Kubu Raya.

Laporan: Achmad
Editor: Anton

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here