Sisi lain MTQ Kubu Raya ke V

Cerita Padang Tikar

0
58
Para pekerja sedang menebarkan tikar-tikar untuk menjemur ikan.

KubuRayaOnline.com – Padang Tikar Ibu Kota Kecamatan Batu Ampar, sebuah nama yang unik yang tidak banyak diketahui asal muasalnya. Padang Tikar menyajikan pemandangan yang sangat unik dengan hamparan tikar-tikar di sepanjang jalan dan di sekitar pemukiman warga.

Setelah di dermaga Padang Tikar II, akan menyajikan pemandangan hamparan tikar-tikar yang membentang di sepanjang pinggiran jalan dan halaman warga. Hamparan tikar-tikar itu dihiasi dengan berbagai jenis ikan laut mulai dari jenis yang paling besar hingga yang paling kecil seperti udang-udang ebi.

Nama Padang Tikar sendiri bermula dari hamparan tikar-tikar warga yang menjemur ikan, untuk dijadikan ikan kering dengan berbagai jenis olahan baik ikan asin maupun sejenisnya.

Kepala Desa Padang Tikar II Efendi Senong menuturkan, karena penghasilan warga di sini mayoritas adalah nelayan. Kemudian hamparan tikar-tikar ini adalah untuk menjemur ikan-ikan yang dijadikan ikan kering. Sebagian besar ikan kering dari Padang Tikar di ekspor keluar negeri dan sebagiannya dijual di pasaran Kalimantan Barat.

“Tikar-tikar ini adalah untuk menjemur ikan-ikan hasil tangkap nelayan yang dijadikan ikan kering. Ini jugalah yang melatarbelakangi penamaan kampung ini menjadi padang tikar. Karena sejak dahulu aktivitas masyarakat di sini seperti ini,” ujar Efendi Senong.

Laporan: Achmad
Editor: Riandi

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here