71 Bangunan Rusak Diterjang Puting Beliung

Suasana Perumahan Komplek Arafah yang diterjang Agin Puting Beliaung Selasa 13 Agustus 2019

Kuburayaonline.com – Akibat diterjang angin puting beliung yang disertai hujan, sebanyak 60 unit bangunan dan 11 ruko di Perumahan Arafah Residence Jalan Ampera Raya Desa Ampera Raya Kecamatan Sui Ambawang Kabupaten Kubu Raya, mengalami rusak, Selasa (13/8) sore sekitar pukul 15.30 wib.

Kepala Polsek Sui Ambawang AKP Joko Sutriyatno mengatakan kejadian ini merusak bangunan perumahan Arafah kurang lebih 60 unit rumah terdiri dari 11 unit sudah di tempati dan 49 unit masih kosong.

“Serta 11 kios toko (belum di tempati). Untuk kerugian materil belum dapat ditaksirkan namun dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa,” kata Kapolsek, Selasa (13/8).
Ia sebutkan salah satu pemilik bangunan Perumahan Arafah Lukman (50) tahun belum dapat dimintai keterangan dikarenakan masih syok.

Berdasarkan keterangan saksi, Rasuli bahwa melihat angin yang berputar yang membawa sampah terbang di udara dari arah Selatan menuju ke perumahan Arafah.

“Pak Rasuli ini langsung lari dari belakang perumahan dan berteriak kepada penghuni rumah yang tinggal di perumahan Arafah agar keluar dari rumah untuk menyelamatkan diri dikarenakan ada angin puting beliung,” tutur Kapolsek.

Sementara Kepala Dinas Sosial Kubu Raya Nursyam Ibrahim mengatakan, pihaknya masih melakukan pendataan rumah yang terkenah musibah angin putting beliung. “Kita sesuai aturan, hanya membantu yang bersifat sosial, seperti pakaian, tenda-tenda makanan dan lain sebagainya,”ungkapnya.

Setelah itu, Nuryasm Ibrahim menambahkan, pihaknya juga berkoordinasi dengan instansi terkait lainya, terutama dinas sosial Provinsi.

“Kalau kesehatan tetap dinas kesehatan, bencananya di BPBD, kalau rumah di dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup. Semuanya ada tupoksinya masing-masing. Intinya kami masih melakukan pendataan,”katanya.

Sementara Plt Kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya Marijan mengatakan, higga saat ini belum ada laporan masyarakat adanya korban putting beliung. “Namun tetap kami waspada, karena lokasi kejadian tidak jauh dari Puskesmas Ambawang. Muda-mudahan tidaka korban jiwa,”harapanya.

Sementara Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Supadio Sutikno mengatakan, setelah sekitar 17 hari tidak hujan di Kota Pontianak dan sekitarnya, akhirnya terjadi hujan secara tidak merata di sebagian wilayah Kota Pontianak dan Kubu Raya.
“Hujan turun dengan intensitas lebat berdurasi singkat disertai angin kencang berdurasi singkat. Berdasarkan Laporan telah terjadi Angin Putting Beliung di wilayah Sungai Ambawang, Kab. Kubu Raya,”ungkapnya.

Dia menambahkan, berdasarkan data kecepatan angin maksimum di Stasiun Meteorologi Supadio, Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak dan Stasiun Klimatologi Mempawah tidak menunjukkan adanya angin kencang. Analisis menggunakan radar cuaca dengan produk PPI Radial Velocity pada elevasi terendah diperoleh kecepatan angin hingga 45 knot (sekitar 81 km/jam) di sekitar lokasi kejadian pada jam 15.29 WIB.

“Kejadian ini bersifat lokal, hanya di wilayah dengan radius yang tidak luas akibat adanya aktifitas awan Cumulonimbus. Pembentukan awan Cumulonimbus ini diakibatkan konvektiv yang kuat/tinggi di sekitar Kota Pontianak,”katanya.

Saat ini, lanjut Sutikno, hujan baru turun di sebagian Kab/Kota, Kapuas Hulu, Bengkayang, Landak, Sambas, Pontianak dan Kubu Raya.

“Diprakirakan hujan ke depan akan meluas ke wilayah Kalbar lainnya hingga 1 minggu ke depan dengan intensitas ringan – sedang hingga lebat,”katanya.

Dia menambahkan, sehubungan dengan mulai turunnya hujan diprakirakan hingga beberapa hari ke depan, maka masih perlu diwaspadai potensi terjadinya hujan lebat yang bisa disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat terutama pada siang hingga sore hari.

” Sehubungan dengan belum meratanya curah hujan, Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio Pontianak tetap menghimbau agar tidak melakukan aktifitas pembakaran hutan dan lahan,”katanya. (ARFN)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here