Air Bersih dapat Menurunkan Masalah Stunting Hingga 43 Persen

0
104
Bupati Sintang, Jarot Winarno. (net)

KubuRayaOnline.com – Bupati Sintang, Jarot Winarno yang menjadi pembicara pada Rakerkesda Kubu Raya menilai untuk mengatasi kasus Stunting diperlukan kerja sama banyak pihak. Dimana ia yang juga memiliki latar tenaga medis ini menilai untuk mengatasi kasus Stunting bisa dilakukan hanya dengan perbaikan cakupan sanitasi dan air bersih.

“Meningkatkan cakupan sanitasi dan air bersih akan berpotensi menurunkan Stunting hingga 43 persen, untuk meningkatkan cakupan air bersih terutama di Dinkes dan Puskesmas tidak bisa bekerja sendir,” ujarnya, selasa (24/4).

Dimana menurutnya memang di dinas dan puskesmas memiliki sumber daya manusianya. Namun untuk pendanaan khususnya pembangunan fisik terkait sanitasi dan air bersih tidak terdapat di dinas dan Puskesmas.

“Ini harus dibantu oleh dinas perumahan dan permukiman atau PUPR, karena dinkes dan puskesmas tidak ada dana untuk bangun sumur bor, perpipaan dan rehab rumah. Sementara di PUPR, ada dana alokasi khusus rehab rumah, perpipaan, dan sumur bor,” katanya.

Karena itu sinergitas dinilainya sangatlah penting untuk menangani tiga masalah prioritas kesehatan tersebut. Kemudian ia juga menilai perlu sinergitas dalam pemenuhan kebutuhan tenaga medis khususnya di Kubu Raya.

“Di Kuala Mandor dan Padang tikar ada daerah yang kurang tenaga kesehatan, kalau di Sintang kita ada tenaga honorer daerah. Dan untuk tenaga medis baru lulus, tenaga honorer paruh waktu,” katanya.

Sementara untuk rumah atau tempat menginap tenaga medis tersebut diakuinya harus pula peran serta dari kepala desa setempat.

“Kemudian rumah atau asrama untuk tenaga medis inikan tidak ada, makanya, dusun, ketua RT, atau kepala desa, kalau mau tenaga kesehatan kami kirim tapi apakah bisa dibantu untuk tempat penginapannya. Karena kami tidak bisa membangun asrama,” tutupnya.

 

Laporan: Achmad
Editor: Arifin

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here