Antisipasi Wabah Penyakit, Dinkes Lakukan Maping

0
129
Kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya dr Berli Hamdani

KubuRayaOnline.com – Setakat ini Dinas Kesehatan Kubu Raya terus melakukan antisipasi terkait wabah penyakit yang mudah menyerang masyarakat. Terutama melakukan penyuluhan yang melibatkan petugas serta pendamping kesehatan di masyarakat.

“Saat ini yang berpotensi wabah KLB demam berdarah, diare dan Ispa. Ini menjadi prioritas kita,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya, dr Berli Hamdani, Minggu (20/5).

Tak hanya itu, Berli menambahkan, pihaknya juga fokus dengan persoalan kematian ibu dan bayi, sehingga petugas di lapangan serta puskesmas diingatkan untuk terus meningkatkan pelayanan serta penyuluhan terhadap masyarakat.

“Banyak masyarakat yang belum tahu cara melakukan persalinan dengan baik. Makanya saat ibu hamil konsul petugas memberikan pengarahan, sehingga tidak sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Berli menyatakan bahwa stanting juga menjadi permasalahan, sehingga pelayanan terus meningkatkan mutu terutama imunisasi.

“Terutama menjaga gizi anak dari mulai 0-1000 hari. Itu untuk menghindari stanting (kerdil). Usia 0 sampai 1000 hari merupakan titik aman dari stanting. Terutama menjaga makanan yang bergizi pada anak,” ulasnya.

Sementara itu, berdasarkan data status kekurangan gisi dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar yang bekerja sama dengan BPS bahwa di Kubu Raya banyak yang mengalami stanting.

“52 ribu balita kekurangan gizi. Dan sekitar 15 sampai 16-an ribu yang mengalami stanting. Tapi, kita masih melihat data yang sebenarnya,” paparnya.

Menurutnya, data dari 20 puskesmas sebanyak 14 ribu lebih kepala keluarga Kubu Raya posisi tidak sehat. “Indikator Sungai Raya Dalam, Ambawang dan Kuala Mandor. Itu sudah tergambar per jenis kerawan ibu,” jelas Berli.

Dalam waktu dekat, Dinkes Kubu Raya akan melakukan kajian untuk mengetahui kerawanan kesehatan. “Sehingga kita akan tahu profil kesehatan pada daerah masing-masing. Dan kita juga tahu tindakan yang akan dilakukan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepela Puskesmas Rasau Jaya, Wulyono mengatakan, di daerah Rasau Jaya masih belum ada penyakit yang perlu diantisipasi. Meskipun demikian, pihaknya terus meningkatkan pelayanan di masyarakat. Semenjak adanya penambahkan dokter pengunjung di Puskesmas Rasau Jaya semakin meningkat.

“Sekarang di puskesmas ada sekitar empat dokter. Tiga dokter umum dan satu dokter gigi yang ditambah apoteker. Dulu hanya dua dokter. Yakni dokter umum dan dokter gigi,” ungkapnya.

Sebelum adanya penambahan dokter pengunjung tidak terlalu signifikan. Karena masyarakat lebih memilih untuk dirujuk ke rumah sakit. Bahkan sebelum ditambah paling banyak hanya 70 pengunjung dan jarang dilakukan rawat inap.

“Tapi, sekarang pengujung puskesmas meningkat, karena masyarakat sudah percaya dengan kami. Dalam satu hari pengunjung sekitar 100 sampi 150 orang. Sedangkan pasien yang rawat inap mencapi 200 dalam satu bulan. Jauh lebih meningkat dari sebelum ditambah dokter,” jelasnya.

Laporan: Achmad
Editor: Anton

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here