Atlet Kubu Raya Ikut Kejuaraan Dunia

0
102
Atlet Hapkido Kabupaten Kubu Raya Devi Safitri (dua dari kiri) akan mewakili Indonesia pada kejuaraan dunia bela diri Hapkido di Korea Selatan akhir bulan ini.
Atlet Hapkido Kabupaten Kubu Raya Devi Safitri (dua dari kiri) akan mewakili Indonesia pada kejuaraan dunia bela diri Hapkido di Korea Selatan akhir bulan ini.

KubuRayaOnline.com – Atlet Hapkido Kabupaten Kubu Raya Devi Safitri (21) akan mewakili Indonesia pada kejuaraan dunia bela diri Hapkido di Korea Selatan akhir bulan ini. Kejuaraan dunia Hapkido kali pertama ini digelar World Hapkido Martial Arts Federation (WHMAF). Devi dipanggil tim Hapkido Indonesia usai meraih medali emas pada kejuaraan nasional hapkido di Yogyakarta tahun 2017 lalu. Saat itu, Devi bersama empat atlet hapkido Kalimantan Barat asal Kubu Raya berhasil meraih 4 medali emas dan 1 perak.

“Saya ucapkan selamat kepada Devi Safitri yang akan mengikuti kejuaraan dunia hapkido di Korea. Semoga bisa meraih hasil terbaik dan mengharumkan nama Kubu Raya di pentas internasional,” kata Wakil Bupati Kubu Raya Hermanus usai melepas keberangkatan Devi di Kantor Bupati Kubu Raya, Kamis (26/7).

Menurut Hermanus, pemerintah daerah sangat mendukung keberadaan olahraga bela diri hapkido di Kubu Raya. Terlebih meski baru masuk ke Kalimantan Barat pada 2016 lalu, atlet hapkido Kubu Raya terbukti mampu berprestasi. Karena itu, dirinya berharap olahraga hapkido terus dikembangkan agar bisa sejajar dengan cabang-cabang bela diri lainnya.

Atlet Hapkido Kabupaten Kubu Raya Devi Safitri (dua dari kiri) akan mewakili Indonesia pada kejuaraan dunia bela diri Hapkido di Korea Selatan akhir bulan ini.

“Kita berharap secara bertahap hapkido ke depan bisa masuk dalam jajaran KONI pusat. Begitu juga di Kubu Raya, hapkido agar segera membentuk kepengurusan dan bisa bergabung dalam KONI daerah. Sehingga akan memudahkan dalam pembinaan-pembinaan selanjutnya,” pesan Hermanus.

Atlet hapkido Devi Safitri menegaskan dirinya memasang target medali pada kejuaraan dunia hapkido di Korsel. Meski menjadi turnamen internasional pertamanya, Devi mengaku optimistis. Ia mengungkapkan telah mempersiapkan diri selama 7 bulan untuk mengikuti nomor dae ryun (tarung) di kelas feather under 57 kilogram. Persiapan itu belum termasuk latihan mandiri setiap hari dan latihan gabungan bersama timnas Indonesia.

“Target sih mudah-mudahan bisa membawa medali. Saya mewakili Indonesia di nomor tarung.  Jadi ada satu atlet di setiap nomor. Beberapa waktu lalu juga sudah pemusatan latihan bersama tim hapkido Indonesia di Yogyakarta,” kata gadis yatim piatu asal Desa Sungai Ambangah, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, ini.

Pelatih hapkido Kalimantan Barat, Rusli, berterima kasih atas perhatian Pemerintah Kabupaten Kubu Raya kepada komunitas hapkido di Kubu Raya. Menurut dia, kepedulian tersebut menjadi penyemangat bagi atlet untuk berjuang meraih prestasi.

“Saya sampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Pemkab Kubu Raya dalam hal ini Wakil Bupati Hermanus yang melepas atlet kita ke Korea Selatan. Juga kepada Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kubu Raya yang sambutannya luar biasa kepada atlet Kubu Raya. Mudah-mudahan ini menjadikan atlet kita lebih bersemangat untuk mengukir prestasi untuk Kubu Raya dan Indonesia,” ucapnya.

Sebagai informasi, kejuaraan dunia hapkido di Korsel merupakan kejuaraan di level internasional yang kedua. Sebelumnya Indonesia telah mengikuti kejuaraan di level Asia Tenggara yang digelar di Singapura pada 3 Maret 2018 lalu. Saat itu Indonesia menerjunkan 40 atlet dengan raihan 11 medali, yakni 7 emas dan 4 perak. Salah satu peraih medali perak yakni Iksan Pradikso yang juga asal Kabupaten Kubu Raya.

Laporan: Achmad
Editor: Anton

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here