Bantu Petani, ASN Siap Beli Beras Lokal Kubu Raya

Sekda Kubu Raya Yusran Anizam

KuburayaOnline.com – Sekretaris Daerah Kabupaten Kubu Raya Yusran Anizam mengajak para Aparatur Sipil Negara untuk membeli beras produksi petani lokal Kubu Raya. Selain berkontribusi pada upaya ketahanan pangan, pembelian beras lokal juga membantu mengatasi persoalan pemasaran yang dihadapi petani.

Menurutnya, di antara persoalan serius yang dihadapi para petani berada di hilir yakni pemasaran.

“Jadi sangat tepat kerja sama kita dengan Kontak Tani Nelayan Andalan dalam hal pembelian beras lokal Kubu Raya ini,” ujarnya di Kantor Bupati Kubu Raya, Jumat (7/8).

Ia mengatakan kontribusi ASN berpengaruh signifikan dalam membantu persoalan pemasaran beras lokal. Sebab di dalam gaji ASN telah terdapat komponen tunjangan beras. Sehingga dana pembelian beras sejatinya telah ada di dalam gaji setiap ASN. Tinggal mengarahkan pembelian kepada petani lokal melalui KTNA Kubu Raya.

“Tidak perlu banyak-banyak. Satu ASN membeli sepuluh kilogram saja setiap bulan. Kalau ada sekitar lima ribu ASN Kubu Raya, berarti sudah 50 ton beras sebulan. Ini menjadi pasar yang bisa menyelesaikan salah satu masalah petani,” terangnya.

Sebagai Ketua Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Kubu Raya, Yusran Anizam mengajak ASN Kubu Raya untuk ikut menjadi bagian dari solusi persoalan yang dihadapi petani. Karena pemasaran merupakan salah satu problem berat yang dihadapi para petani.

“Adanya kerja sama bahwa ASN akan membeli beras lokal, ini menjadi salah satu solusi. Dan sebagai Ketua Korpri, saya berharap kepedulian ASN pada nasib dan kesejahteraan petani dapat ditunjukkan dengan cara membeli beras lokal,” ajaknya.

Terkait nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama yang telah diteken, dirinya meminta para Satuan Kerja Perangkat Daerah untuk segera menindaklanjuti. Ia berharap dalam waktu sepekan SKPD telah menginventarisasi daftar pegawai yang akan membeli beras.

“SKPD segera inventarisasi yang berminat. Berapa kilo per bulan. Ini perlu dipersiapkan. Kita berharap dalam minggu ini daftar sudah ada. Kita pasang target dalam sepekan daftar dari SKPD sudah ada,” tegasnya.

“Kemudian dari pihak KTNA sendiri yang mengkoordinir produksi pertanian ini juga diharapkan kesiapannnya,” tambahnya.

Kepala Badan pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Kubu Raya, Gunawan Putra, mengungkapkan potensi besar yang bisa diraih dari kerja Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dengan KTNA. Menurutnya, jika 5.220 ASN Kubu Raya komit membelanjakan tunjangan berasnya ke KTNA Kubu Raya, maka akan menghasilkan angka Rp 574.200.000 per bulan.

“Kalau ini berhasil di mana setiap ASN sepuluh kilogram beras, maka sebulannya sebesar Rp 574.200.000. Artinya ada sekitar Rp 6,8 miliar dalam setahun. Ini angka yang cukup besar dalam rangka mendorong perekonomian daerah. Karena uangnya tidak lari keluar melainkan di Kubu Raya,” jelasnya.

Lebih rinci Gunawan menerangkan, di dalam struktur gaji pegawai terdapat tunjangan beras. Namun nominalnya perkilonya hanya Rp 7.242. Sehingga untuk sepuluh kilogram beras Rp 72.420.

“Kalau membeli beras lokal sepuluh kilogram dengan harga Rp 110 ribu, hanya tinggal menambah sekitar Rp 37 ribu. Jadi tidak memberatkan. Dari segi pembiayaan ini cukup ada,” jelasnya.

Terkait mekanisme pembayaran, ia menuturkan sistem pembayaran beras lokal tidak berbeda dengan transaksi yang biasa dilakukan ASN dengan bank. Keduanya memiliki mekanisme yang sama. Di mana ASN memberikan surat kuasa kepada bendahara pengeluaran. Sehingga ada legalitas dari bendahara untuk melakukan pemungutan titipan dana untuk pembelian beras.

“Mekanismenya sangat sederhana. Sama dengan perbankan. Kita memberikan kuasa kepada bendahara untuk melakukan pembayaran,” paparnya.

Salah satu ASN Kubu Raya, Dedi Mustopa, mendukung penuh program kerja sama pembelian beras lokal oleh ASN. Menurutnya, kerja sama tersebut saling menguntungkan. Di satu sisi membantu petani, dan di sisi lain memudahkan pegawai dalam berbelanja beras.

“Kita hanya perlu mendaftar, kemudian memberikan surat kuasa kepada bendahara, dan setiap bulannya tinggal menunggu dropping beras. Tentu ini lebih praktis,” ujar staf di Sekretariat Daerah Kabupaten Kubu Raya ini.

ASN lainnya, Atik Mawarti, menyatakan dukungan serupa. Menurutnya, para ASN harus proaktif dalam upaya membantu menjaga perekonomian daerah. Termasuk membantu mengangkat kesejahteraan petani denan cara membeli beras lokal.

“Belanja beras ini kan memang kebutuhan primer setiap bulan. Jadi kita tinggal mengubah tempat belanjanya saja. Yaitu belanja kepada petani Kunbu Raya melalui KTNA,” sebut staf Sekretariat Daerah ini.(Saf)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here