Bocah 1,4 Tahun Tewas Ditangan Ayah Kandungnya

Jasad Putri Aisyah Meregang Nyawa di Tangan Ayah Kandungnya Sendiri

Kuburayaonline.com – Entah apa yang ada dalam fikiran  Supardi Supriatman, sehingga tega membanting tubuh Putri Aisyah ke lantai.

Saat itu, Putri Aisyah sendiri sedang menyusu pada ibunya dalam posisi berbaring. Putri Aisyah langsung direbut oleh ayahnya.

Supardi Supriatman kemudian memegang khaki putrinya itu. Dengan kaki dalam genggamannya, Supardi Supriatman mengayunkan dan membanting putrinya sendiri ke lantai.

Ia membating darah dagingnya itu berkali-kali. Melihat kejadian itu, Hamisha, mencoba melerai.

Karena kalah merebut Putri Aisyah dari suaminya, Hamisha jatuh pingsan.
Tak lama, datang Handira yang juga berusaha merebut Putri Asiyah dari tangan ayahnya.

Namun, Handira terdorong oleh tersangka dan langsung terjatuh. Setelah puas menganiaya darah dagingnya sendiri, Supardi Supriatman, melarikan diri.

Ia lari ke arah hutan. Setelah Supardi lari ke arah hutan, Handira kemudain mengecek kondisi Putri Aisyah.

Saat itulah diketahui, bocah tak berdaya itu sudah tidak bernyawa lagi.

Ia pergi menghadap Sang Pencipta untuk selama-lamanya karena ulah biadab ayahnya sendiri.

Kapolresta Pontianak Kombes Pol Muhammad Anwar Nasir mengungkapkan saat kejadian Putri Aisyah sedang disusui oleh ibunya.

“Awalnya bapak mau menggendong anaknya ibu ingin menyusui, tidak lama kemudian menurut saksi istri dan adik ipar melihat pelaku tiba-tiba seperti kerasukan,” kata Kapolresta.

Kemudian menurut Kapolresta penganiayaan ini terjadi di belakang rumah korban setelah pelaku membawa paksa anaknya tersebut.

“Setelah merampas paksa anaknya itu kemudian tersangka membawa kebelakang dan memegang kedua kaki anaknya kemudian dihempaskan ke dinding,” ungkapnya.

Saksi yang saat itu berada di lokasi kejadian diakui oleh Kapolresta berusaha menyelamatkan korban tetapi tidak berhasil.

“Saksi berusaha mencegah tersangka dan berteriak ke tetangga namun korban tidak dapat diselamatkan,” tuturnya.

Menurut Kapolresta tersangka juga pernah tersangkut kasus pembunuhan di wilayah hukum Sanggau.

“Satu catatan tersangka ini juga pernah melakukan pembunuhan di Sanggau saat itu kasusnya penipuan,” katanya.

Kapolresta mengatakan bahwa menurut saksi tersangka sangat sayang kepada anaknya tersebut.

Hanya saja memang kejadian seperti kerasukan ini diakui keluarga baru kali pertama.

“Pengakuan saksi tersangka ini sayang dengan anaknya namun untuk kerasukan ini baru pertama kali. Ini akan kita dalami lagi,” tuturnya.

Tersangka diakui Kapolresta dapat langsung diamankan di lokasi dan di bawa ke Polresta.

Sementara untuk korban Kapolres mengatakan akan berkoordinasi dengan keluarga untuk dilakukan otopsi.

“Pelaku sudah kita amankan, sementara untuk korban kalau sesuai SOP nya memang harus di otopsi. Namun kita akan koordinasikan lagi dengan pihak keluarga,” tutupnya.

 

Penulis : Achmad

Editor : Arifin

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here