Bupati Harapkan Angka Kelulusan Seratus Persen

Bupati Kubu Raya, H Rusman Ali meninjau persiapan serta pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Tingkat SMP di Kabupaten Kubu Raya beberapa waktu yang lalu.

KubuRayaOnline.com – Bupati Kubu Raya, H Rusman Ali meninjau persiapan serta pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Tingkat SMP di Kabupaten Kubu Raya. Hal itu penting untuk memastikan pelaksanaan UNBK dapat berjalan dengan lancar serta meraih kelulusan seratus persen.

“Kita ingin memastikan bahwa pelaksanaan UNBK dapat berjalan dengan lancar, sehingga anak-anak kita dapat mengikuti UNBK dengan baik serta kelulusan kita harapkan seratus persen,” ujar H Rusman Ali didampingi Pj Sekda Kubu Raya, H Odang Prasetyo dan Kepala Disdik, Frans Randus ketika meninjau UNBK di SMP Negeri 1 Sungai Raya, Senin (23/4).

Dalam kesempatan itu, Bupati mengungkapkan, sempat terjadi gangguan selama kurang lebih tiga sampai lima menit saat anak-anak mau login. Tak berselang lama login tersebut kembali normal, sehingga ujian terus dilanjutkan. Disamping itu juga ada beberapa siswa yang kemudian mengalami offline setelah mengerjakan soal selama 30 menit.

“Tadi sempat ada gangguan selama kurang lebih tiga menit diawal-awal anak-anak mau login. Kemudian normal dan setelah berjalan sekitar 30 menit, ada beberapa anak-anak kita yang offline. Ini murni gangguan jaringan dan sistem,” ujar H Rusman Ali.

Setelah dilakukan konfirmasi, H Rusman Ali menambahkan, yang offline serta yang mengalami gangguan secara otomatis sistem akan menambahkan waktu yang terpotong akibat gangguan tersebut.

“Jadi akan tetap dua jam. Hanya saja mereka akan selesai belakangan dari teman-teman yang lain,” ulasnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati mengharapkan agar anak-anak tidak perlu panik saat mengalami gangguan jaringan serta gangguan sistem. Tetap saja mengerjakan dengan tenang. Sebab sistem akan otomatis menambah waktu yang hilang selama offline.

“Kami harap para siswa agar menggunakan waktunya sebaik mungkin supaya mendapatkan nilai maksimal,” ucap H Rusman Ali.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya, Frans Randus menuturkan, kendala yang terjadi hanya kendala teknis. “Kendala teknis adalah hal yang lumrah. Sebab menggunakan jaringan internet. Yang terpenting ada penyelesaiannya, sehingga tidak merugikan anak-anak yang ujian. Hanya mungkin akan berdampak psikologi terhadap anak. Bisa saja mereka menjadi grogi dan panik. Inilah dampak dari teknologi, kita harus siap,” ujar Frans Randus.

Frans mengisyaratkan bahwa dirinya seolah tidak begitu sepakat dengan penerapan UNBK yang terkesan begitu dipaksakan. “Saya tidak pernah memaksa sekolah untuk melaksanakan UNBK. Karena kita tidak diberi ‘modal’,” timpalnya.

Sementara itu, ‘modal’ yang dimaksud Frans Randus terkait sarana pendukung. Seperti perangkat komputer yang sampai saat ini belum memadai. “SMP Negeri 1 saja yang merupakan sekolah besar hanya memilki 60 perangkat komputer,” ungkapnya.

Sedangkan siswa yang ikut UNBK jumlahnya mencapai tiga ratusan. “Sehingga UNBK di SMP Negeri 1 dibagi menjadi tiga sesi. Sesi ini dilakukan karena keterbatasan prasarananya. Kan begitu,” tegasnya.

 

Laporan: Achmad
Editor: Arifin

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here