Bupati KKR Komitmen Tingkatkan Beras Lokal

Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan

KuburayaOnline.com– Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan menegaskan komitmennya untuk menghidupkan kembali program beras lokal Kubu Raya. Hal itu dilakukan dengan memberikan jaminan pasar sistemik yang konkret.

Salah satu caranya melalui kerja sama Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dengan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kubu Raya. Di mana para Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Kubu Raya diarahkan untuk membeli beras produksi masyarakat petani lokal.

Muda menjelaskan di dalam gaji ASN terdapat komponen tunjangan beras. Sehingga kerja sama pembelian beras lokal melalui KTNA sama sekali bukan paksaan. Sebab sejatinya dana pembelian beras telah ada di dalam gaji setiap ASN.

“Seperti diketahui, dalam penghasilan ASN itu ada jatah beras. Cuma belum dibelikan langsung. Nah, kita mengarahkan saja. Artinya tidak memaksa karena memang sudah ada uang jatah berasnya. Kita ingin memberikan peta jalan supaya sama-sama membantu petani dan itu dimulai dari kita dulu di pemerintahan. Jadi harus memberi teladan,” tuturnya saat menghadiri kegiatan tindak lanjut naskah kesepakatan bersama antara KTNA dengan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya di Aula Kantor Bupati Kubu Raya, Kamis (6/8).

Ia mengatakan pertemuan tindak lanjut kerja sama dengan KTNA sangat penting dilakukan. Agar kedua belah pihak dapat menyepakati teknis pelaksanaan kerja sama. Sehingga siklus dan sirkulasi dari proses kerja sama berjalan dengan lancar. Dimulai dari proses produksi, pengemasan, hingga pendistribusian.

“Ini sudah menjadi tanggung jawab kita juga untuk memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat sektor pangan. Yang mana ini sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja dan mengurangi pengangguran. Apalagi pengangguran usia muda yang mana itu perlu kita lakukan supaya tingkat urbanisasi juga semakin rendah dan akhirnya desa menjadi sasaran masa depan,” tambahnya.

Setelah perjanjian kerja sama ditandatangani, dia meminta KTNA untuk memastikan manajemen pengelolaan dilakukan secara profesional. Sehingga kemasan dan kualitas beras terjaga. Termasuk KTNA juga harus bertangggung jawab jika ada beras yang tidak berkualitas sampai ke tangan konsumen.

Menurutnya, kontrol kualitas menjadi keniscayaan jika KTNA hendak mendapatkan kepercayaan yang lebih luas lagi dari konsumen. Bahkan lebih jauh dirinya meminta KTNA menerapkan digitalisasi dalam kemasan demi menghindari terjadinya potensi pemalsuan produk.

“Supaya bisa diperluas. Kita pemerintah kabupaten sebagai basis, tapi mudah-mudahan KTNA bisa memperluas untuk pemasaran yang lebih luas. Kontrol kualitas itu yang paling penting. Jangan sampai itu lepas. Dijaga betul-betul supaya tidak ada kekeliruan dan hal-hal yang tidak diharapkan. Kalau perlu gunakan juga barcode atau yang sejenisnya supaya produk KTNA tidak bisa ditiru,” ucapnya.

Dirinya juga meminta KTNA menjamin ketepatan waktu distribusi. Mengingat sumber-sumber penghasil beras di Kubu Raya tidak hanya dari kecamatan yang terdekat. Begitu pula KTNA diingatkan agar mampu menjamin stabilitas harga.

“Sehingga bisa membuat masyarakat petani itu jadi betul-betul bersemangat karena sudah pasti harganya. Mereka pun giat menanam dan pada akhirnya ini juga sebagai bagian daripada upaya untuk memperkuat pangan di Kubu Raya,” jelasnya.

Memastikan program beras lokal berjalan lancar, Muda meminta para penyuluh tani ikut mengawal agar sirkulasi beras tertata baik. Jangan sampai ketika masa panen stok beras kosong. Karena itu, sirkulasi penanaman harus diatur.

“Kami juga berkepentingan mengatur pola tanam rendengan dan gadu dipercepat. Yang memang sirkulasinya nanti bisa pas. Begitu masuk panen stoknya bisa selalu cukup,” sebutnya.

Ketua KTNA Kabupaten Kubu Raya, Sukadi, berterima kasih atas program beras lokal yang melibatkan pihaknya. Mengoptimalkan program tersebut, dirinya berharap pemerintah kabupaten memberikan bantuan sarana perontok dan transportasi. Kedua hal itu menurutnya sangat penting demi memastikan sirkulasi beras berjalan tepat waktu.

“KTNA berterima kasih kepada pemerintah kabupaten karena telah diberi kepercayaan. Adapun masalah yang biasa terjadi misalnya ada beras yang kuning ataupun hitam, itu bisa karena keterlambatan merontok. Selain itu juga karena pengangkutan dari sawah,” ungkapnya.

Ia menyatakan KTNA di sembilan kecamatan di Kubu Raya siap menyukseskan program beras lokal. Tugas di setiap KTNA kecamatan bahkan telah dibagi melalui ketua-ketua kecamatan. Namun kendala yang ada saat ini berkaitan dengan jumlah kebutuhan beras yang belum diketahui secara pasti.

“Cuma ini masalah jumlah. Setiap SKPD belum ketahuan semua berapa tonnya. Karena memang belum ada data atau ada data tapi belum akurat,” sebutnya.

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Kubu Raya, Fahrul Haji, mengapresiasi program beras lokal Kubu Raya. Ia menyatakan dukungan penuh DPRD Kubu Raya terhadap komitmen seluruh SKPD untuk pembelian beras ke KTNA. Memudahkan distribusi beras ke SKPD, dirinya menyarankan KTNA untuk menyetok beras di lokasi yang berada di tengah kota.

“Masalah pemasaran ke depannya, saya imbau untuk KTNA menempati ruko di Desa Parit Baru Kecamatan Sungai Raya. Di sana bisa untuk menyimpan beras sehingga nanti akses teman-teman dari SKPD bisa menuju kesana. Kita berharap ke depan kita tetap selalu menggunakan beras lokal Kubu Raya,” tuturnya.(Saf)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here