Bupati Kubu Raya Keluarkan SK HET Elpiji

Kuburayaonline.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kubu Raya menetapkan harga eceran tertinggi (HET) gas elpiji 3 Kg bersubsidi di Kubu Raya. Penetapan tersebut disampaikan Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan melalui SK Perbup tentang harga eceran tingkat pangkalan di luar dan dalam dengan radius 60 km dari SPBU Kubu Raya.

“Ini berlaku bagi desa, camat dan agen pangkalan. Ini  dilihat karena ada biaya-biaya yang harus disesuaikan, supaya menjamin kepastian, agar semua pelaku usaha dan masyarakat merasa nyaman. Ini juga sebagai alat, supaya memonitor, mengontrol perkembangan kebutuhan masyarakat,”ungkap Muda Mahendrawan usai sosialisasi menepatkan harga ecer tertinggi, Kamis(8/8) diruangan rapat Bupati.

Muda menambahkan, dengan SK yang dikeluarkanya tersebut, nantinya kedepan pangkalan-panglan atau Bumdes juga berpedoman aturan SK ini.

“Apapun informasinya, sudah jelas. Ini tidak habis sampai disini, tetapi kita tetap akan responsip dan cepat didalam apa-apa yang harus disikapi, terutama DPRD, karena dari awal juga mengawal sehingga dikeluarkan SK HET ini serta di Undangkan,”katanya.

Mengenai Kouta elpiji, Muda akan melihat pelaku usaha untuk mengetahui kebutuhan yang ada di masyarakat.

“Kalau misalnya di Sungai Amabawang ada pelaku usaha mikro, tentu kita bisa lihat kebutuhanya, apalagi kuliner juga membutuhkan elpiji. Intinya kita masih melihat atau mendapat kebutuhan elpiji dimasyarakat,”katanya.

Sementara Kepala Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Perdagangan dan Perindustrian Kubu Raya Nora Sari Arani, SK tersebut dikeluarkan melalui kerjasama seluruh pihak dan proses yang sangat panjang.

“Melalui kerja keras, SK LPG ini dibuat karena adanya kelangkaan khussunya didaerah- daerah terpencil, sehingga pihak kami melakukan langkah dan himbauan,”ucapanya.

Nora menambahkan, dengan keluarnya SK ini terwujudnya kebersamaa untuk menaejahterakan masyarakat kubu raya. “HET-nya sudah diatu, tentu para pelaku usaha, terutama pangkalan tidak lagi sembarang untuk menjual dari ketentuan yang telah ditepakan,”kata Nora.

Terkait adanya harga lebih tinggi, Nora mengatakan, biasanya harga melebihi HET itu, diketahui setelah adanya laporan. “Secara aturan, kalau melanggar itu, tentu akan diberikan sangsi, mulai dari peringatan, hingga mencabut ijin usaha. Kita ini menginginkan, agar jangan sampai masyarat terbebani,”pintanya.

Hal juga dikatakan Ketua Komisi II DPRD Kubu Raya Teguh Wibowo mengatakan, pihaknya sangat mendukung sekali dengan dikeluarkanya SK ini, karena hal tersebut untuk kepentingan masyarakat banyak. ” Khusus elpiji yang tiga kilo ini untuk masyarakat tak mampu. Kalau yang mampu bisa menggunakan elpigi yang 5- 10 kilo,”ucapnya .

Teguh menambahkan, pihakny terus mengawal sk ini, agar tidak disalahgunakan oleh oknum. “Kalau sudah ada SK-nya, tentu kita akan tahu aturan-aturan tentang HET elpiji tersebut,”katanya. (ACHD)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here