DBD Menjadi Perhatian Serius 

0
28

KuburayaOnline.com– Hingga pertengahan febuari tahun 2019, kasus Demam Berdarah Dengue di Kubu Raya sudah mencapai 102 kasus. Begitu juga, DBD sempat memakan korban hingg meninggal dunia. Pasien tersebut merupakan warga kuala dua.

Wakil Bupati Kubu Raya, Sujiwo menilai kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kubu Raya menjadi satu diantara atensi Pemda Kubu Raya. Terlebih menurutnya telah ada kasus yang hingga mengakibatkan korban jiwa.

“Kalau saya berpendapat itu harus menjadi atensi, itu suatu problem ketika ada kasus,” ujarnya,Rabu (20/2) usai melakukan sidak di Dinkes Kubu Raya.

Sujiwo menambahkan, Dinas Kesehatan harus lebih meningkatkan upaya pencegahan agar tidak ada lagi kasus kematian akibat DBD.”Dinkes harus melakukan terobosan bagaimana upaya agar DBD tidak menelan korban. Baik itu melalui penyuluhan dan fogging, nanti akan kita komunikasikan lagi dengan Dinkes,” katanya.

Dia juga meminta kepada masyarakat agar lebih memperhatikan bahaya DBD tesebut terutama lebih peduli pada kebersihan lingkungan.

“Kemudian masyarakat juga harus segera memeriksakan diri jika memang ada gejala-gejala demam berdarah. Terpenting lingkungan juga diperhatikan dibersihkan bersama agar tidak ada sarang nyamuk,” tuturnya.

Hal yang sama diungkapkan Kepala Puskesmas Sungai Durian, dr Yudi Paulian Heriwibowo, hingga pertengahan februari ini, memang di pusekesmas Sungai Durian sudah ada 22 kasus DBD. “ Dan akhir bulan ada satu kasus kematian,” ujarnya.

Dia mengakui, kasus kematian tersebut tidak ditangani langsung pihak Puskesmas. Karena dari pihak keluarga diakuinya menyerahkan penanganan medis ke rumah sakit AU.

” Kita juga mengetahuinya korban sudah meninggal di Soedarso. Awalnya pasien DBD tersebut, berobatnya langsung ke rumah saki AU saat demam, kemudian di rujuk ke rumah sakit Soedarso.,” katanya.

Namun, pihak puskesmas tetap melakukan audit ke rumah sakit untuk memastikan korban meninggal karena DBD. “Setelah kita audit ke Soedarso memang benar korban sudah mengalami shock Syndrome karena DBD,” tuturnya.

Dia menambahkan, pihaknya malakukan langkah-langkah pencegahan agar tidak ada lagi korban meninggal akibat DBD.

“Kita turun langsung Ke lapangan melihat kondisi disana dan beberapa hari kemudian koordinasi dengan keluarga dan warga untuk melakukan fogging focus, sosialisasi pembersihan lingkungan. Kita sudah lebih 10 fogging focus, dibeberapa wilayah,” katanya.

Ia menilai peningkatan kasus DBD ini masih dimungkinkan akan terus bertambah mengingat 2019 merupakan siklus lima tahunan DBD. “Kemungkinan kasus ada peningkatan karena cuaca juga belum stabil, karena itu masyarakat kita himbau lebih waspada pada DBD ini,” pungkasnya

Sementara Kasi P2M Dinas Kesehatan Kubu Raya, Daniel Irwan mengatakan kasus ini mengalami peningkatan dari sebelumnya. “Sudah ada 102 kasus dan memang ini mengalami peningkatan, dimana satu diantara kasus menyebabkan meninggal dunia di Kuala Dua,” ujarnya.

Dia menilai kasus kematian tersebut dikarenakan terlambatnya penanganan medis pada korban.

“Kemarin di bulan Januari yang meninggal itu akibat telatnya diberikan penanganan medis pada korban,” tuturnya. Daniel mengaku telah melakukan berbagai program guna mencegah kasus kematian akibat DBD tersebut. Terlebih di Puskesmas-puskesmas yang menurutnya telah ada kasus DBD.

“Ada tujuh puskesmas yang menjadi perhatian karena sejak bulan 10 di 2018 sudah ada kasus. Puskesmas tersebut antara lain, Puskesmas Sungai Ambawang, sungai durian, sungai raya dalam, korpri, Rasau Jaya, Sungai Kakap, Sungai Rengas, dan Punggur,” pungkasnya.(Saf)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here