Imunisasi MR, Pemkab Sasar 170.064 Anak

0
45
Kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya bersama Pj Sekda saat rapat terbatas matangkan konsep Imunisasi MR di Kubu Raya

Kuburayaonline.com-Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya Berli Hamdani menyatakan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya akan melakukan pencanangan pelaksanaan kampanye imunisasi Measles Rubella (MR) pada 25 Juli 2018. Pencanangan ini mendahului pelaksanaan kampanye imunisasi secara nasional luar Jawa yang baru dimulai pada 1 Agustus 2018. Berli mengungkapkan imunisasi akan diberikan kepada anak usia 9 bulan-15 tahun kurang sehari. Pelaksanaan imunisasi akan dilakukan dua tahap dalam waktu sekitar 2 bulan. Tahap pertama berlangsung hingga akhir Agustus menyasar anak-anak usia sekolah. Mulai tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD), taman kanak-kanak, sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah sederajat, SDLB, SMP/MTs sederajat, hingga SMPLB. Adapun tahap kedua di bulan September, imunisasi menarget balita dan anak di luar sekolah.
“Selain di sekolah, pemberian imunisasi akan dilakukan di pos-pos pelayanan imunisasi lainnya seperti posyandu, plindes, poskesdes, puskesmas, pustu, rumah sakit, dan fasilitas kesehatan lainnya,” kata Berli Hamdani pada audiensi dan advokasi kampanye MR tingkat Kabupaten Kubu Raya di Kantor Bupati Kubu Raya, Senin (23/7).

Berli memaparkan jumlah anak-anak sasaran imunisasi MR di Kubu Raya sebanyak 170.064 anak. Adapun pos imunisasi sebanyak 487 pos dengan jumlah vaksinator 529 orang dan kader 2.273 orang. Sementara jumlah sekolah mulai tingkat PAUD-SMP sederajat mencapai 904 sekolah. Karena itu, untuk melindungi masyarakat dari bahaya penyakit campak (measles) dan rubella, ia mengajak semua pihak mendukung kebijakan pemerintah dalam memberikan perlindungan terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (P3DI). Menurutnya, informasi yang benar tentang imunisasi MR sebagai penangkal campak dan rubella harus disampaikan di lingkungan kerja, keluarga, dan masyarakat.

“Gerakkan masyarakat untuk datang ke tempat pelayanan imunisasi. Lintas sektor harus ikut menyukseskan pelaksanaan kampanye dan introduksi imunisasi MR,” ujarnya mengajak.

Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Kubu Raya Odang Prasetyo mengapresiasi langkah cepat Dinas Kesehatan Kubu Raya. Ia menyebut target imunisasi 170.064 anak dalam waktu dua bulan sebagai hal yang tidak mudah.

“Ini tugas berat. Amanah tugasnya jelas, mulai dari undang-undang, peraturan presiden, peraturan menteri kesehatan, hingga edaran bupati juga ada,” kata Odang.
Odang meminta tim menyusun rencana aksi kampanye imunisasi dengan target yang terukur. Karena itu, evaluasi harus dilakukan rutin dan diadakan pemetaan wilayah rawan penyakit. Hal itu agar langkah yang diambil tepat sasaran. Tim, kata Odang, harus punya strategi mengingat target yang begitu banyak dengan waktu yang relatif singkat.
“Dua bulan itu singkat. Karena jangkauan luasan Kabupaten Kubu Raya ini luar biasa. Ada 118 desa yang tersebar di 9 kecamatan. Walaupun kita punya 20 puskesmas dan posyandu-posyandu, kalau kelembagaan daya dukung tidak dikerahkan secara masif dan berkolaborasi, kita khawatir target kabupaten, provinsi, dan nasional tidak terpenuhi. Karena itu harus koordinasi dengan lintas sektor terkait,” pesan Odang.

Staf Imunisasi Dinas Kesehatan Kubu Raya, Aning Hastuti, mengatakan seluruh puskesmas di Kubu Raya telah melakukan persiapan terkait kampanye imunisasi MR. Termasuk penandatanganan komitmen bersama. Begitu pula persiapan logistik yang telah tuntas, mulai logistik vaksin, alat suntik, hingga safety box yang sudah terdistribusi ke 20 puskesmas.
“Semua sudah siap untuk imunisasi tahap pertama. Media untuk sosialisasi di tingkat puskesmas juga sudah terdistribusi. Saat ini sudah distribusi ke tingkat desa, mulai spanduk, leaflet, poster, dan sebagainya untuk seluruh desa,” ungkap Aning.
Meski secara resmi puskesmas baru bergerak setelah pencanangan kampanye imunisasi, Aning mengatakan sebagian puskesmas khususnya di daerah-daerah sulit telah mulai bergerak. Hal ini karena di Kubu Raya ada sejumlah wilayah yang lokasinya jauh dan belum terdapat petugas. Sehingga secara jangkauan terbilang sulit.
“Sudah ada izin dari Kementerian Kesehatan. Karena Kubu Raya punya beberapa wilayah yang belum ada petugasnya dan transportasi sangat jauh. Ada beberapa daerah secara jangkauan agak sulit,” ujarnya.

Aning mengatakan masing-masing puskesmas telah menerbitkan surat keputusan kelompok kerjayang ditandatangani camat. Di dalam SK pokja itu disebutkan tugas dan peran masing-masing lintas sektor terkait.

“Kita sudah cantumkan peran masing-masing sektor terkait. Apa dan bagaimana, siapa mengerjakan apa, sudah dibahas di masing-masing tingkat kecamatan. Dan untuk pelaporan kampanye MR ini sifatnya harian. Jadi akan dilaporkan dari puskesmas setiap hari melalui layanan pesan singkat. Kami sudah dibuatkan web gratis dari Kemenkes. Jadi dari puskesmas melaporkan dengan menggunakan web ini,” terangnya.

Penulis : Arifin

Editor : Anton

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here