Inilah Kendala Dalam Mengelola Dana Desa

Kepala Kejaksaan Negeri Mempawah, Dwi Agus Arfianto

KubuRayaOnline.com – Kepala Kejaksaan Negeri Mempawah, Dwi Agus Arfianto berharap agar para kepala Desa di Kabupaten Kubu Raya, dapat menyerap anggaran dana desa secara maksimal sesuai aturan yang berlaku.

Ia menegaskan, pihak kejaksaan akan hadir memberikan pendampingan secara hukum dalam  membatu pemerintahan desa melaksanakan anggaran dana desa tersebut.

Menurutnya, fungsi kejaksaan dalam pendampingan dana desa yakni untuk memberikan rasa percaya diri ke Kades dalam melaksanakan penyerapan dana desa di lapangan. Pencegahan penyimpangan kata dia lebih mengutamakan langkah-langkah preventif.

“Kita berharap tidak ada lagi keraguan kepala desa dalam melakukan penyerapan dana desa di lapangan. Tapi tentunya sesuai koridor,” Kata Kajari Mempawah, Dwi Agus Arfianto saat diwawancarai usai menjadi pembicara di kegiatan dialog Optimalisasi Penggunaan Dana Desa yang di gelar di Aula Kantor Bupati Kubu Raya, Jumat (24/11).

Mengenai pengawasan Dana Desa, Agus mengatakan, Kasi intelijen kejaksaan juga akan di optimalkan untuk memantau di lapangan. Jika ada permasalahan yang ditemukan atau ada indikasi kerugian negara dalam penyerapan DD, maka tidak langsung dilakukan penindakan hukum.

“yang terperiksa akan diberikan kesempatan mengembalikan kerugian negara dalam jangka waktu 60 hari. Namun kalau sampai melewati batas waktu dan pengembalian kerugian negara tidak dilakukan, maka baru dilakukan instrumen hukum,” tegasnya.

Dwi pun mengungkapkan, sampai saat ini, pihaknya baru menerima satu aduan terkait serapan dana desa di Kabupaten Kubu Raya. “Kami baru terima satu aduan. Iya, itu terkait pengelolaan dana desa,” ungkapnya.

Saat dipertegas apakah aduan itu mengarah ke praktik dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan dana desa, Dwi pun enggan menjelaskannya secara gamblang.

“Kita tidak bisa sebutkan. Karena, jangan sampai menimbulkan kegaduhan di kalangan desa. Tapi kami sudah koordinasi dengan sekda dan Kades yang diadukan. Kita belum bisa membuat suatu kesimpulan. Laporan itu baru kami kaji,” tutupnya.

Kepala Inspektorat Kabupaten Kubu Raya Gemuruh mengatakan, pihaknya pun telah membuka pelayanan konsultasi kepada aparat desa. Sehingga jika ada permasalahan yang dihadapi oleh desa mengenai pengelolaan dana desa bisa langsung di konsultasikan dengan inspektorat.

“Kita memberikan biro konsultasi di kantor yang dibuka dari Senin sampai Jumat,” Katanya.

Dia mengatakan, sejauh ini yang sering menjadi keluhan aparatur desa  dalam pengelolaan Dana Desa yakni menyangkut administrasi pertanggung jawaban.

“Sejauh ini keluhannya bersifat administratif. Namun emang kesalahan administrasi bisa menyebabkan kerugian negara,” katanya.

Lemahnya aparatur desa dalam hal administrasi kata dia diakibatkan oleh rendahnya Sumber Daya Manusia aparatur desa. “Maka harus ada pembinaan yang rutin oleh Pemdes. Kalau kami (Inspektorat) dari sisi pengawasan saja,” tutupnya.

Patuhi Aturan

Kades Sungai Selamat Kecamatan Kubu, Dadang Suwantri mengaku sejauh ini tidak ada keluhan yang berarti dalam melakukan penyerapan anggaran dana desa.

Menurutnya, jika semua aturan dipatuhi, maka pelaksanaan anggaran dana desa yang begitu besar tidak akan menimbulkan permasalahan hukum.

Hanya saja kata dia yang agak menyulitkan aparatur desa yakni menyangkut urusan  administrasi pertanggung jawaban dana desa. Hal ini disebabkan oleh rendahnya SDM aparatur desa yang dimiliki.

“Kalau saja sarjana pendamping desa dioptimalkan, tentu akan sangat membantu kami,” jelasnya.

Dia pun bersyukur aparat penegak hukum, baik dari Kejaksaan, Kepolisian hingga LSM yang telah melakukan pengawasan ketat dalam mengawasi penggunaan anggaran dana desa.

“Kita bersyukur aparat melakukan pengawasan ketat. Kita sangat terbantu dan merasa diselamatkan,” katanya.

Dia menjelaskan, untuk tahun 2017 ini, Desa Sungai Selamat mendapat kucuran alokasi dana desa dari kabupaten dan dana desa dari Pusat jumlah keseluruhannya mencapai Rp1,3 Milyar.  “Sampai sekarang yang sudah terserap sekitar 60 persen,” pungkasnya.

Laporan: Arifin
Editor: Riandi

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here