Kejahatan Seksual Menganggu Anak Kalbar

DirekturKPAID Kalbar Alik

Kubu Raya Onlien – Mantan Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kalbar, Alik R Rosyad mengatakan Sejak bulan Januari hingga September 2016, ada sebanyak 80 pengaduan kasus kekerasan pada anak yang terjadi di Kalbar.

Secara keseluruhan kecenderungan yang paling dominan adalah kasus hak kuasa asuh dan penelantaran serta kejahatan seksual.

“Berdasarkan data KPAID Kalbar tercatat di tahun 2013 sebanyak 56 kasus aduan, sementara pada tahun 2014 terjadi 83 kasus, dan tahun 2015 sebanyak 106 kasus pengaduan,” katanya, Minggu (16/4/2017).

Menurut Alik, data pengaduan yang diterima memang cendrung meningkat, ada dua kemungkinan penyebabnya, pertama karena memang secara kuantitas kasusnya bertambah. Kedua, bisa jadi juga karena secara kuantitas kasus tetap, tapi munculnya kesadaran masyarakat terhadap kasus-kasus seperti itu yang dulu mungkin dianggap sesuatu yang tabu.

Dari total pengaduan yang diterima pihaknya, 75 persen bersumber dari laporan masyarakatdi Kota Pontianak.

Untuk menurunkan angka kekerasan anak sehingga terwujud kota layak anak, perlu kesadaran bersama, keluarga, masyarakat dan pemerintah bahwa kekerasan terhadap anak hari ini sudah menjadi sesuatu yang memprhatinkan.

“Kampanye, sosialisasi, edukasi harus di kedepankan agar tidak hanya penanganan kasus, tapi upaya-upaya preventif harus lebih didorong,” tutur Alik. (doi)

Sumber: Tribun Pontianak

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here