Ketua Umum HIPMI KALBAR Beraudiensi di Istana Presiden

0
177
Ketua Umum HIPMI KALBAR, Denia Yuniarti Abdussamad dan Presiden RI, Joko Widodo

KubuRayaOnline.com – Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia ( KETUM BPD HIPMI) Se-Indonesia datang ke Istana Presiden RI, Kamis (5/4). Kedatangan para pengusaha muda Indonesia tersebut untuk beraudiensi kepada Presiden RI, Joko Widodo.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution, Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, Sekretaris Kabinet, Pramono Anung, Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita turut mendampingi Presiden dalam pertemuan tersebut.

Ketua Umum HIPMI KALBAR Denia Yuniarti Abdussamad yang merupakan salah satu delegasi dari HIPMI diundang khusus ke Istana untuk santap siang dan dilanjutkan dialog hangat dengan Presiden.

Dalam kesempatan yang langka ini, Denia yang juga merupakan juru bicara aliansi ketua umum HIPMI Se-Kalimantan diberi kesempatan langsung menyampaikan beberapa poin buah pikir di hadapan Presiden Jokowi Dodo, jajaran menteri dan Ketua Umum BPP HIPMI Bahlil Lahadalia, Juga di dampingi Abdul Latif, mantan menteri zaman Pak Suharto yang juga merupakan founder HIPMI.

Poin-poin itu tentu menyuarakan aspirasi terkait peluang dan kendala di lapangan bagi pengusaha lokal demi terlibat secara aktif dalam geliat percepatan pembangunan ekonomi di segala sektor di Kalimantan.

Denia menyampaikan terkait disegerakannya realisasi operasional DryPort atau Terminal Barang di PLBN Entikong, Aruk & Badau. “HIPMI diharapkan mengambil peranan strategis dan bisa terlibat aktif sebagai Tim Pokja dalam pengelolaan tata niaga export-import antar negara. Agar pengusaha muda daerah menjadi yang terdepan dalam menangkap peluang dari hasil inventarisir peluang dagang antar Kalimantan Barat dan Serawak,” Ungkap Denia.

Denia mengharapkan pengusaha muda diberikan kemudahan terlibat secara konkrit dalam realisasi Kawasan Ekonomi Khusus misal di Kalsel ada KEK Batu Licin dan KEK Jorong. “Kami berharap dapat terlibat dalam project besar perluasan kilang minyak Pertamina di Kaltim yang segera direalisasikan dalam tahun ini,” tambahnya.

HIPMI Kalimantan menagih janji Presiden RI, Joko Widodo untuk pembangunan akses rel kereta api antar kalimantan segera menjadi nyata di periode kepemimpinan beliau.

Tujuan semua buah pikir yang disuarakan adalah HIPMI yang menjadi lokomotif pengusaha pejuang di daerah harus mendapat atensi lebih Presiden agar bisa berperan aktif terhadap percepatan pembangunan ekonomi wilayah kalimantan dan Kalimantan Barat khususnya.

“Apabila pengusaha lokal diberi karpet merah dan akses kemudahan mengelola proyek pemerintah maka perputaran uang juga terjadi di daerah. Itu berdampak bagi makro ekonomi Indonesia. Pertumbuhan ekonomi yang stabil antara pusat dan daerah mengikis terjadinya ketimpangan pembangunan. Pemerintah sebagai penguasa anggaran dan pengatur regulasi punya peran vital dalam mengelola manajemen perekonomian nasional.” Ujar Ketum HIPMI Wanita pertama di Kalimantan Barat.

Secara umum, Presiden terus mendorong para pelaku usaha, khususnya entrepreneur muda, terus tumbuh dan berkembang. Karena Indonesia, masih membutuhkan banyak entrepreneur untuk memajukan perekonomian nasional. Karena hampir di semua negara maju standarnya memiliki entrepreneur di atas 14 persen dan Indonesia masih 3,01 persen. Sehingga Presiden mengapresiasi kepedulian yang ditunjukkan HIPMI dengan mengajak sejumlah pihak untuk turut terjun ke dalam dunia usaha, melalui HIPMI Goes to School, HIPMI Goes to Campus, nanti ada HIPMI Goes to Pesantren.

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia menjadi organisasi terbesar yang tangguh dan solid sejak lebih dari 40 tahun lalu. Semakin dewasa semakin massive dampak positif keberadaan organisasi besar ini di masyarkat. Penyebaran virus-virus entrepreneurship terus dilakukan tanpa henti. “Bersama HIPMI kami ingin menjadi role model dan social influencer di generasi muda. Bahwa menjadi pengusaha muda itu keren. Yang muda yang memberi solusi. Menjadi pengusaha muda secara langsung berperan kongkrit mengurangi tingkat pengangguran dan memberi contoh hidup berjuang berkemandirian. Menjadi pengusaha muda menjadikan kita sosok tangan di atas maka itu adalah pilihan hidup yang mulia.” Tutup Denia yang juga mantan Miss Indonesia Kalimantan Barat 2006 ini.

Laporan: Achmad
Editor: Arifin

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here