KKR Belum Masuk Seratus Kabupaten Darurat Stunting

0
52
dr Berli Hamdani

KubuRayaOnline.com – Kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya, dr Berli Hamdani menegaskan, sampai saat ini Kubu Raya belum termasuk seratus kabupaten yang darurat stunting di Indonesia.

Meskipun demikian, pencegahan sekaligus penanganan stunting tetap menjadi perhatian serius Pemerintah Kubu Raya. Untuk ditekan melalui pendampingan dari world bank.

“Jadi, sekali lagi, sampai saat ini Kubu Raya belum termasuk seratus kabupaten yang darurat stunting. Tetapi, world bank berinisiatif memberikan pendampingan melalui program ‘Melayani’. Tempatnya di Bappeda Kubu Raya. Jadi, bentuk perhatian world bank yaitu pendampingan saja,” ujar dr Berli Hamdani, Senin (9/4).

Menurutnya, perhatian world bank terkait penanganan kasus stunting di Indonesia sudah lama berjalan. Bahkan sejak 2015 silam. Tetapi, saat itu belum semua kabupaten mendapatkan program pendampingan dari wolrd bank. “Bahkan tahun ini sebenarnya Kubu Raya pun belum dapat,” ulasnya.

Tetapi, sambung Berli, karena Kubu Raya dianggap sudah melakukan langkah-langkah. Dalam hal menyiapkan data dasar terkait kasus stunting maka world bank berinisiatif memberikan pendampingan penanganan. Sekaligus pencegahan stunting agar kasusnya tak berkembang.

“Dengan data kasus stunting yang kita miliki, tentu kita akan tahu seberapa besar kasus stunting ini. Dengan data itu pula kita bisa melakukan pemetaan. Untuk melakukan penanganan serta pencegahannya,” jelasnya.

Berli mengungkapkan, data stunting Kubu Raya terhadap balita yang berumur di bawah 5 tahun. Berdasarkan hasil pengawasan gizi yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kubu Raya jumlah kasusnya mencapai 34,8 persen.

“Itu adalah angka yang cukup tinggi. Karena daerah yang darurat stunting pun angka kasus stuntingnya di atas 30 persen,” paparnya.

Berdasarkan data tersebut, Berli menegaskan, Dinas Kesehatan berkomitmen mengatasi kasus stunting untuk diatasi. “Kami juga sudah membuat program Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi (RADPG) untuk ketahanan pangan dan gizi. Untuk mengatasi masalah stunting itu. Kegiatan ini semua didampingi oleh world bank. Setidaknya pada tahun 2030 kita sudah bisa menurunkan setengah dari angka kasus stunting yang ada saat ini,” harapnya.

Laporan: Achmad
Editor: Anton

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here