Kubu, Beri Kesan Tersendiri Tentang Pemekaran Kubu Raya

Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan saat berkunjung ke Desa Dabong Kecamatan Kubu

Kuburayaonline.com – Melalui kegiatan Safari Ramadhan yang di lakukan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat dalam beberapa hari terakhir ini, memberikan kenangan tersendiri bagi Bupati Kubu Raya H. Muda Mahendrawan, SH terhadap kampong-kampung yang menjadi tujuan pada kegiatan Safari Ramadhan 1440 H.

Bupati Kubu Raya H. Muda Mahendrawan mengatakan, saya tentu memiliki banyak kenangan dengan kampung-kampung, selain itu tentu kampong-kampung ini banyak mengisahkan kenangan baik bagi saya bersama Ibu dan Alhamdulillah, sebelum saya menjabat sebagai Bupati Kubu Raya pertama priode 2009-2014 lalu, luar biasa antusias dan semangat yang dimiliki masyarakat khususnya di Desa Dabong ini.

“Alhamdulillah, semua pembanguanan yang berjalan saat ini sudah mulai berproses dengan berjalannya waktu, karena semua ini tercipta dengan adanya hubungan yang terus terbina dengan baik dan menghasilkan proses pembangunan yang saat ini sudah mulai dirasakan masyarakat”, ungkap Bupati Kubu Raya H. Muda Mahendrawan saat menghadiri Safari Ramadhan di Desa Dabong Kecamatan Kubu, Selasa (21/05/2019).

Bupati Muda menambahkan, kenangan yang saya rasakan saat ini, mulai dari adanya kebersamaan dengan masyarakat saat merintis dan membuka aliran listrik di Desa Dabong ini. Mengingat, sebelum Kabupaten Kubu Raya dimekarkan dari Kabupaten Mempawah pada 17 Juli 2007 lalu, Desa Dabong ini masih gelap dan belum ada aliran listrik dari PLN yang masuk.

“Kita merintis Kubu Raya ini, tentu kampung kita di Dabong ini termasuk yang kita perjuangkan. Kubu Raya kan di bentuk 12 tahun lalu, bapak dan ibu masih ingat tidak.?

Alhamdulillah, kita bangga Kecamatan Kubu ini namanya tetap menjadi sejarah Kubu Raya, makanya saya beri nama Kabupaten Kubu Raya, karena saya memberikan nama ini, ketika rapat dengan kesepakatan seluruh desa dan Kecamatan serta teman-teman di DPRD juga dan Alhamdulillah, karena Kubu tetap menjadi sejarah pemerintahan yang pernah ada diperadaban yang dulu, sebagaimana mereka datang membuka peradaban Pemerintahan, walaupun dalam bentuk kerajaan. Tapi semua ini merupakan sebuah tantangan dari Pemerintahan, yang sejarahnya juga Dabong merupakan kampong tertua, kampong yang sudah ratusan tahun yang mungkin turun temurun sejak dulu ada yang berasal dari Bangsawan, ada yang dari Arab dan dari bangsa lainnya di beberapa Benua yang ada”, kenangnya.

Menurut Bupati Muda, pada zaman dulu, daerah terluar inilah yang menjadi daerah maritime yang dikenal dengan keindahan laut dan panorama alamnya. Semua ini tentunya merupakan bagian dari sejarah terbentuknya Kabupaten termuda di Provinsi Kalimantan Barat ini.

“Saya bersyukur bisa kembali mempimpin Kubu Raya karena dengan sejarah Kabupaten ini tidak terasa sudah 12 tahun berdiri sejak tahun 2007 lalu dan Alhamdulillah, saya dipercaya kembali pada 17 Februari lalu. Jadi sudah 3 bulan saya mempim kembali daerah ini. Saya istirahat selama 5 tahun dengan kembali sebagai Notaris, tapi saya tetap juga sering berhubungan dengan masyarakat Kubu Raya, karena bagi saya masyarakat tidak bisa dilepaskan, sebab banyak hal-hal yang perlu tetap kita perkuat untuk percepatan-percepatan pembangunan”, pungkasnya.

Ditempat yang sama Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Kubu Raya Rosalina Muda Mahendrawan meminta kepada semua orang tua, agar mampu menjaga dan mendidik anak-anaknya agar bisa menjadi penerus perjuangan bagi daerah ini.

“Ibu, Bapak, saya berpesan kepada semua orang tua yang ada di Desa Dabong ini, mari kita jaga dan didik anak kita sebaik mungkin agar kedepannya anak-anak kita bisa menjadi tonggak estafet pembangunan di daerah kita ini. Ibu dan bapak harus ingat ya, Orang tua merupakan masa lalu dan anak-anak kita merupakan masa depan dari perjuangan orang tua”, ungkap Bunda PAUD Kubu Raya Rosalina Muda Mahendrawan.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kubu Raya ini juga menanyakan eksistensi kebaradaan PAUD di Desa Dabong ini dalam mendidik anak-anak sebelum masuk Taman Kanak-kanak (TK) atau Sekolah Dasar (SD).

“Saya harapan kepada guru-guru PAUD yang ada di Desa ini, agar lebih meningkatkan kualitas pendidikan dan pengetahuannya bagi anak-anak kita. Karena dengan adanya PAUD ini memberikan pengetahuan dan pemahaman awal bagi anak-anak kita sebelum mereka di masukan ke TK atau mungkin ada orang tua yang ingin langsung menyekolahkannya ke SD”, harapnya.

Sebelum digelarnya Buku puasa bersama, kegiatan yang di pusatkan di Masjid Nurul Muttaqin Desa Dabong ini juga di isi ceramah Hikmah Ramadhan yang di sampaikan Ustadz Nasution, dan pemberian 75 paket Ramadhan yang diberikan kepada warga sekitar. (Srf)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here