Kubu Raya Miniatur Indonesia

0
163
Wakil Bupati Kubu Raya Hermanus saat menjadi narasumber dalam diskusi mengenai Hak Asasi Manusia di Manhattan Hotel Jakarta (7/12). (Humas for KRO)

KubuRayaOnline.com – Jakarta – Kabupaten Kubu Raya merupakan salah satu Kabupaten seperti miniaturnya Indonesia dengan keberagaman suku, agama, ras dan adat budaya yang hidup berdampingan secara Harmonis. Pemerintah Kabupaten Kubu Raya sejak pertengahan 2014 lalu membuat komitmen untuk membangun Kubu Raya yang harmonis, maju, berbudaya dan berdaya saing.

Gambaran keharmonisan Kubu Raya juga dimulai dari keharmonisan dan kekompakan pemimpinnya. Antar Bupati, Wakil Bupati, Sekda dan para pejabat di Kubu Raya termasuk hubungan Pemerintah dengan DPRD senantiasa harmonis dan kompak dalam membangun Kubu Raya. Hal itu diutarakan Hermanus dalam diskusi bersama infid dan sejumlah Bupati/Walikota di Jakarta yang mengusung tema Memperkuat Peran Pemerintah Daerah untuk mencegah Intoleransi dan ekstrimisme.

Hermanus menegaskan bahwa Kubu Raya merupakan daerah yang sangat harmonis, toleransi di tengah masyarakat masih terjaga dengan baik. Ini merupakan modal berharga sebagai pondasi dan sebagai benteng bagi maraknya isu-isu intoleran di sosial media.

“Kita berkeyakinan bahwa Kubu Raya akan selalu harmonis dan masyarakatnya tetap hidup berdampingan dengan sangat baik seperti yang ada sekarang ini. Dan ini kita akan terus pertahankan dan jaga bersama-sama,” terang Hermanus.

Hermanus mengatakan dalam mencegah munculnya sikap dan tindakan intoleran serta ekstrimisme, Kubu Raya telah membentenginya dengan muatan lokal keagamaan. Dalam muatan lokal keagamaan semua agama mendapat tempat yang sama. Dan dengan muatan lokal keagamaan anak-anak sejak dini telah dibiasakan dengan saling menghargai dan saling menghormati satu dengan yang lain.

Disamping itu, Pemerintah Kubu Raya juga senantiasa menyatukan seluruh budaya seluruh adat istiadat yang ada, sebagai sebuah kekayaan dan aset daerah. Dengan memakai pakaian adat saat upacara-upacara baik HUT Kubu Raya dan Hari besar lainnya seperti Sumpah Pemuda. Dengan demikian Pemerintah telah membangun kebiasaan bahwa perbedaan adalah sebuah keindahan untuk membangun persatuan dan kesatuan.

Laporan: Achmad
Editor: Riandi

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here