Kubu Raya Target Desa Bersih Narkoba

Pj Sekda Kubu Raya Yusran Anizam saat membuka Asistensi Anti Narkoba di Kantor Desa Sungai Raya

Kuburayaonline.com – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mengambil peran aktif dalam mewujudkan program Desa Bersinar (Bersih Narkoba). Hal itu dilakukan untuk menyikapi fenomena masuknya narkoba ke desa. Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Kubu Raya, Yusran Anizam, mengatakan Indonesia kini dalam kondisi darurat narkoba.

“Karena itu perlu upaya pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba,” ujarnya saat membuka kegiatan Asistensi Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba di Kantor Desa Sungai Raya, Rabu (13/2).

Yusran Anizam mengungkapkan data persentase penyalah guna narkoba pada tahun 2017, di mana terdapat 57 persen pengguna coba pakai (current user) dan 27 persen rekreasional atau teratur pakai. Bahkan estimasi jumlah penyalah guna narkoba menurut tingkat ketergantungan narkoba tahun 2017 terdapat sebanyak 3.376.115 jumlah penyalah guna usia 10-59 tahun.

“Saat ini setiap lapisan masyarakat berpotensi menjadi bagian dari rantai nilai bisnis penyalahgunaan narkotika,” sebutnya.

Yusran menyebut kerugian negara akibat penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba mencapai Rp 72 triliun pertahun dengan 30-40 korban kematian perhari di Indonesia. Kondisi ini, menurutnya, diperburuk dengan penyalahgunaan perkembangan teknologi informasi, di mana terbuka ruang bagi pelaku kejahatan untuk memproduksi ataupun mengedarkan narkoba dengan lebih mudah, murah, dan tidak terdeteksi. Ia mengatakan peredaran narkoba kini dilakukan melalui media sosial dan website atau surface web market.

“Selain itu peredaran narkoba dilakukan melalui jaringan internet tersembunyi yang sangat sulit dilacak atau deep web market. Sedangkan transaksinya menggunakan crypto-currency melalui internet yang tidak mudah dilacak karena identitasnya tersembunyi,” paparnya.

Yusran menilai pelibatan desa dalam pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) sangat penting. Ia menyebut hal itu sebagai strategi yang tepat mengingat Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa menjamin kamtibmas agar tercipta situasi yang aman, nyaman, dan tenteram di desa. Menurut dia, peran desa dalam P4GN demi terwujudnya kamtibmas dapat dirumuskan dalam RPJMDes dan RKPDes serta dianggarkan dalam APBDes.

“Perlu keterlibatan semua pihak dalam pelaksanaan program P4GN. Ini dapat dilakukan oleh semua unsur yang ada di desa, yang meliputi PKK, posyandu, RT, RW, tokoh agama, tokoh masyarakat dan adat, karang taruna, dan sebagainya,” ucapnya.

Terkait upaya P4GN di desa, Yusran menuturkan di tahun 2019 Pemerintah Kabupaten Kubu Raya akan menuangkan kegiatan P4GN di desa ke dalam peraturan bupati yang mengatur pemanfaatan ADD/DD dalam mewujudkan desa bersih narkoba. Ia menerangkan kriteria desa bersinar yakni memiliki kegiatan P4GN berupa pencegahan, pemberantasan, dan rehabilitasi; dan memiliki relawan anti narkoba yang terlatih dan bersih narkoba.

“Dibutuhkan keterlibatan semua pihak untuk dapat memerangi narkoba. Dalam konteks itu, maka dukungan pemerintah desa sangat penting dalam upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di masyarakat perdesaan. Narkoba harus menjadi musuh bersama, bukan hanya bagi pemerintah pusat tapi juga pemerintah daerah dan desa,” pungkasnya.(Achd)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here