Memasuki Musim Kemarau, Kapolda Kalbar Pimpin Apel Penanggulangan Karhutla

KuburayaOnline.com– Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol  R. Sigid Tri Hardjanto  memimpin apel penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Kubu Raya. Tepatnya di PT MAR Kecamatan Teluk Pakedai, Kamis (25/6)

Turut hadir dalam pelakasanaan apel penanggulangan Karhutla, Bupati Kubu Raya Huda Mahendrawan, Ketua DPRD Kubu Raya Agus Sudarmansyah dan Pejabat Utama Polda Kalbar.

Kapolda Kalbar Kalbar Sigit menuturkan, pelaksanaan apel dalam rangka untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan, mengingat akan memasuki musim kemarau.

“Hari ini Kamis 25 Juni 2020, telah dilaksanakan apel gabungan kesiap siagaan kebakaran hutan dan lahan. Melibatkan perusahaan, Manggala Agni dan tokoh masyarakat” kata.

Dia  menyebutkan, langkah awal dalam penanggunglangan Karhutla di wilayah Kalbar akan dimulai dari sosialiasi dan imbauan oleh seluruh personel yang terlibat dalam operasi.

“Sosialiasi dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat sampai ketingkat Desa, untuk mengimbau waga untuk tidak membakar lahan, terutama saat memasuki musim kemarau” jelasnya

Selain itu, dalam pelaksanaan apel ini juga melibatkan pihak korporasi yang memiliki lahan perkebunan.

“Pihak korporasi juga kita libatkan, sebagai warning awal untuk tidak main main dalam hal pembakaran hutan dan lahan” tambahnya

Dia mengingatkan kembali kejadian Karhutla di Kalimantan Barat pada tahun 2019 sebanyak 71 kasus. 7 kasus diantaranya dilakukan oleh korporasi dan sisa 64 dilakukan perorangan. Untuk lahan yang terbakar mencapai 4.594,72 Hekatare.

Kerugian dibidang ekomoni juga tidak terelakan pada Karhutla 2019. Bandara Supadio Pontianak saat itu sempat menutup penerbangan akibat jarak pandang yang minim.

“Harapan kita tidak ada lagi Karhutla, untuk itu kita ingatkan dan tegaskan kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan” tutupnya

Sementara Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mengatakan, dari korporasi-korporasi yang ada dipilihlah lokasi PT MAR untuk mewakili seluruh perusahaan-perusahaan.

Ia mengatakan kesiapsiagaan merupakan keharusan. Termasuk memastikan kemampuan perusahaan dalam mengantisipasi terjadi kebakaran hutan dan lahan. Karena itu sangat penting melihat langsung kesiapan perusahaan terkait peralatan, kelompok-kelompok masyarakat yang ada, dan desa-desa di sekitar perusahaan dalam menghadapi tibanya musim kemarau.

“Nah, jadi pesan Kapolda adalah mengingatkan kita supaya jangan terlena hanya dengan urusan pandemi Covid-19. Kebakaran hutan dan lahan juga harus diperhatikan sesuai dengan instruksi presiden dalam rapat terbatas kabinet bahwa secepatnya desa tetap harus kuat dan perusahaan harus menguatkan desa-desa untuk menjaga supaya setiap api yang muncul tidak membesar,” terangnya.(Saf)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here