Pembangunan Jalan Butuh Proses, Dan Pasti Menimbulkan Dampak Sementara

Kondisi kemacetan jalan Desa Kapur, akibat tumpuka material jalan dan cuaca, Rabu (23/8)

KUBU RAYA ONLINE – Jalan Raya Desa Kapur, sudah memasuki tahapan pembangunan, sejak beberapa pekan ini. Barang material pun mulai menumpuk di beberapa titik ruas jalan. Sehingga semakin menimbulkan penyempatan pada ruas jalan.
Kemacetan pun tak terhindarkan pada waktu-waktu tertentu. Diantaranya saat pagi hari dan sore hari, ketika aktifitas masyarakat pada intensitas tinggi. Kendaraan roda dua dan empat harus antre melewati jalan, menimbulkan kemacetan cukup panjang, Rabu (23/8) pagi.
Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kus Agus Sarwanto mengatakan penyebab kemacetan timbul dari banyak faktor. Diantaranya cuaca, dan proses pembangunan jalan yang memang tak bisa dihindari.
“Ada beberapa lokasi sudah gak mungkin membuang material ke tempat lain, mengingat baru jalan sangat sempit. Sehingga memang cukup mengganggu, namun tetap bisa dilewati,” katanya.
Untuk penyeban lainnya, akibat faktor cuaca. Kondisi jalan yang buruk sehingga saat ini harus dibangun dan tergenangnya air akibat curah hujan tinggi. Sementara jalan Desa Kapur sebagai jalan poros dilewati banyak kendaraan pada waktu pagi dan sore.
“Kemacetan ini, kadang-kadang juga gara-gara jalan becek, atau banjir. Masyarakat saling menghindari dan akhirnya menimbulkan kemacetan,” ungkapnya.
Ia menerangkan kemacetan itu hanya terjadi sementara saja. Karena proses pembangunan sesuai keinginan masyarakat. Jika memang perlu jalan yang baik, maka harus dibangun dan hal ini tidak instans.
“Saya harap masyarakat bisa mengerti tentang ini. Jangan semuanya kami yang disalahkan. Coba bersabar sedikit, usai pembangunan selesai, maka jalan ini akan enak untuk dilalui. Sabar saja, nantipun material ini akan habis dan jalan akan bagus,” paparnya.
Menurutnya, bagi masyarakat yang cerdas dan mengerti tentu akan memahami kondisi saat ini. Dimana proses pembangunan jalan berlangsung. Dimana-mana memang akan menimbulkan sedikit gangguan terhadap pengendara.
“Jangan sudutkan kami pemerintah pada dilema. Ketika jalan rusak ingin dibangun, tapi pada saat dibangun kami lagi yang disalahkan, jadi apa maunya. Kami harap masyarakat bersabar, karena proses pembangunan berlangsung,” pungkasnya.

Penulis : Anton
Editor : Arifin

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here