Periksa Kesehatan Sebelum Bertugas

Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan memantau proses pemilu

 

Kuburayaonline.com –  Agar tidak kembali jatuh korban,Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan meminta dengan para petugas pemilu, baik PPS maupun PPK, sebelum bertugas supaya melakukan pemeriksaan kesehatan, agar mengetahui kondisi fisiknya.

“Kalau dilakukan pemeriksaan, tentu akan diketahui. Apakah yang bersangkutan punya riwayat sakit atau tidak,”ungkap Muda Mahendrawan, Minggu(5/5).

Muda menyatakan, untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, petugas tinggal melaporkan atau koordinasi dengan puskesmas yang berada di Kecamatan masing-masing. “Karena kami meminta dengan pihak Puskesmas untuk stanbay, terutama melakukan pemeriksaan terhadap petugas pemilu, baik PPS maupun PPK,”kata Muda.

Dia menambahkan, hingga saat ini pihaknya juga berkoordinasi dengan KPU untuk melakukan pendataan terhadap petugas, baik sakit maupun meninggal. Hal tersebut untuk diberikan santunan, baru petugas yang sakit maupun meninggal. “Karena mereka tidak ada asuransinya, kita sifatnya kemanuasian saja,”ucap Muda.

Sementara Wakil Ketua DPRD Kubu Raya Suprapto mengatakan, pihaknya pernah memberikan solusi atau masukan kepada bawaslu, agar diakhir setelah pemilu tersebut, kabupaten kota, provinsi hingga pusat dilakukan evaluasi.

“Melihat kertas suara yang cukup banya, mayarakat akan jenuh, karena salah satunya banyak kertas suara. Kedepan Presiden dan DPD harus sendiri,”ungkap Suprapto saat ditemui di pemkab Kubu Raya.

Saat ini, Suprapto penambahkan, begitu juga dengan petugas yang tidak pernah henti hingga 24 jam, baik muai penghitungan maupun pengawasan.

“Ini antipati dari masyarakat, sitem dan lain sebagainya harus dirubah, supaya masyarakat atau petugas tidak jenuh. Kalau masih seperti ini, masyarakat atau petugas tidak akan mau jadi petugas atau memilih. Bahkan membuat petugas PPK dan PPS sangat kualahan. Apalgi tidak ada jaminan kesehatan dan lain sebagainya,”kata Suprapto.

Dia menambahkan, memang baru tahun ini menemukan atau pemilihan yang serempak, sehingga terjadi kualahan dalam pelaksanaan, baik pemilih maupun petugas. “ Nanti kedepan perencanaannya harus matang, baik segi waktu dan lain sebagainya. Apalagi banyak korban-korban yang santunanya hanya suka rela. Ini harus dievauasi,”pintanya.(Surif)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here