Pertamina Resmikan Pengoperasian DPPU

0
133
Basuki Trikora Putra, Rusman Ali, dan Jon Muhktar Rita menggunting pita sebagai tanda diresmikannya pengoperasian DPPU di Jalan Arteri Supadio, Kubu Raya, Senin (1/10).
Basuki Trikora Putra, Rusman Ali, dan Jon Muhktar Rita menggunting pita sebagai tanda diresmikannya pengoperasian DPPU di Jalan Arteri Supadio, Kubu Raya, Senin (1/10).

KubuRayaOnline.com –Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VI Kalimantan resmikan pengoperasian Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) di Jalan Arteri Supadio, Senin (1/10). Peresmian ini merupakan salah satu upaya meningkatkan layanan dan ketahanan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis avtur di Bandara Internasional Supadio Kubu Raya.

Lokasi DPPU sebelumnya berada di lokasi komplek TNI AU. Namun saat ini sudah dipindahkan di Jalan Arteri Supadio. Berdekatan dengan area bandara komersial. Total investasi sebesar Rp200 miliar

“Kita berharap keberadaan DPPU ini dapat mendukung operasi dan pertumbuhan lalu lintas udara dari dan ke Kalbar. Di samping dapat memberikan multiflier effek, menambah geliat pariwisata dan perdagangan di Kalbar, ” ujar Direktur Pemasaran Korporat Pertamina Basuki Trikora Putra.

Pria yang karib disapa Tiko ini mengatakan, kehadiran DPPU Supadio sebelumnya hanya dapat menampung avtur sekitar 1075 kilo liter (KL). Namun kini meningkat menjadi 1500 KL. Pihaknya menambah fasilitas pengisian berupa kendaraan refueler untuk kegiatan into plane operation yang diharapkan mampu mendukung operasional Bandara Supadio. “Untuk kapasitas avtur 3 tangki tegak, total 1,5 juta liter yang di tampung di DPPU ini,” jelasnya.

Dari sisi kapasitas DPPU ini dapat melayani konsumen penerbangan di Bandara Supadio sebanyak 1 hari 150 ribu liter. Namun apabila jumlah ini tumbuh mencapai 10 kali lipat, pihaknya tetap melayani. “Semua tergantung pertumbuhan ekonomi, apabila berjalan terus dan kita pastikan stok aman,” jelasnya.

DPPU yang peletakan batu pertamanya November 2016 ini telah menggunakan system operasi terminal automation system (TAS). Terpusat pada control room yang terintegrasi keseluruh instrumen sarana dan fasilitas penerimaan, penimbunan serta penyaluran.

“Tahun sebelumnya Bandara ini hanya dapat melayani 4 juta penumpang, 9 maskapai dan sekitar 15 destinasi domestik dan internasional, ditambah lagi pertumbuhan penumpang Bandara Supadio yang relatif tinggi sekitar 15 persen per tahun, dan kami optimis keberadaan DPPU baru dapat menjawab dinamika tersebut,” terang Tiko.

Bupati Kubu Raya Rusman Ali yang turut hadir pada peresmian tersebut mengatakan, kehadiran DPPU diharapkan dapat memfasilitasi avtur bagi penerbangan di Bandara Supadio. Mengingat volume penerbangan semakin bertambah, sehingga ketersediaan pasokan avtur sangat dibutuhkan.

“Soal penerbangan, biasanya kendala kita adalah kabut asap yang kerap terjadi. Nah, jangan sampai bahan bakar kita juga ikut kurang, tentu ini akan menambah masalah yang cukup besar, maka dari itu pasokan sangat dibutuhkan,” terangnya.

Menurutnya, Kalbar merupakan salah satu provinsi dengan aktifitas bisnis yang cukup baik. Tak heran banyak pengunjung yang datang dari berbagai daerah di Kalbar.

“Dulu waktu saya menjadi anggota DPR RI setiap naik pesawat rata-rata penumpangnya saya kenal. Sekarang setelah jadi Bupati, 10 persen dari penumpang saja saya sudah tidak kenal. Ini artinya banyak orang yang melakukan aktivitas di Kalbar, baik untuk bisnis, wisata dan momen hari-hari besar,” papar Bupati.

Masih ditempat sama, General Manager Angkasa Pura II, Jon Muhktar Rita mengatakan, sebagai salah satu regulator DPPU, Pertamina dari sisi operasionalnya sudah memenuhi Standard Operational Procedur (SOP). Mereka sudah punya action plan.

“Dimana dari sisi kebutuhan penerbangan terhadap bahan bakar sudah dirincikan, untuk kualitas sendiri kami meyakini Pertamina sudah punya standar bahkan acuannya internasional,” pungkas Jon.

Laporan: Achmad
Editor: Arifin

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here