Petani Karet Harap Solusi Dai Pemkab Kubu Raya

KuburayaOnline.com– Akibat merosotnya harga karet dari harga Rp 20 ribu menjadi Rp 7 ibu, petani karet terus menjerit. Dengan melihat kebutuhan keluarga semakin meningkat, para petani para petani tak bisa menabung, bahkan harus mencari pekerjaan sampingan.

“Kalau tidak ada kerjaan lain, tak cukup. Hasil noreh tak langsung disimpang karetnya, melainkan langsung dijual,”ungkap Pak Holis warga Ambangang, Senin(20/5)

Dia menambahkan, keadaan ini Sungguh sangat menyesakkan hati para petani karet, pasalnya hal ini tidak se imbang dengan pengeluaran atau biaya hidup para petani.  “Kita bandingkan untuk 2 kilogram karet hanya bisa membeli 1 kgaram beras. Sedang dalam satu hari itu, hanya dapat tiga kilo sampai lima kilo. Itupun kalau cuacanya bagus,”katanya.

Tetapi, lanjut Holis, jika cuaca kurang bersahat atau hujan, tentu tidak bisa noreh karet. Waktu zaman SBY, harga karet mencapai Rp 20 ribu.

“Saat itu, kita tak perlu cari kerjaan samping. Tapi sekarang harus cari kerja lain,seperti menjadi kuli bangunan untuk mencari tambahan untuk biaya hidup keluarga. Coba banyangkan, dalam sehari hanya 5 kilo kali Rp 7 ribu. Hanya 35 perhari. Itupun kalau tak hujan. Dengan terpaksa, untuk mencukupi keluarga harus menjadi kuli banggunan,”katanya sambil meminta perhatian dari pemerintah.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Perkebunan, dan Peternakan Kubu Raya Elfizar Edrus mengatakan, pihak petani sudah berupaya untuk menjadikan hasil sadabnya berkualitas A, agar harganya masih bisa bertahan di angka 8 ribu.

“Sistem sadab sudah menggunakan teori yang diberikan disbun Kubu Raya, terutama kualitas memakin lebih baik,”katanya.

Mengenai harga, lanjut Elfizar, tidak bisa melakukan peningkatan nilai jual, karena mengikuti harga pasar global.

“Kalau harga pabrik 10.400 perkilo. Tapi dari petani Rp 7 ribu sampai Rp 8 ribu perkilo. Itupun turun terus. Saya hanya meminta dengan para petani, agar tetap di buat kualitas A, supaya harga tetap masih di angka yang sama,”pintanya.(Saf)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here