Pondok Pesantren Jaga Eksistensi Generasi

Kuburayaonline.com – Kabupaten Kubu Raya menjadi daerah dengan jumlah pondok pesantren terbanyak di Kalimantan Barat. Hal itu, menurut Bupati Muda Mahendrawan, merupakan hal yang harus disyukuri. Sebab pondok pesantren merupakan aset daerah yang dapat menjaga eksistensi generasi.

“Ketika teman-teman bupati lainnya membanggakan banyaknya aset di daerah mereka, saya justru menyampaikan aset yang paling saya banggakan bukan minyak, tambang, dan bauksit. Namun yang paling membanggakan adalah pondok pesantren terbanyak di Kalimantan Barat,” kata Bupati Muda saat menghadiri Haul Akbar dan Milad ke-42 Pondok Pesantren Darul Ulum Kubu Raya, Sabtu (21/12).
Muda mengatakan, pondok pesantren di Kabupaten Kubu Raya telah melahirkan banyak pemimpin. Hal itu, menurutnya, menjadi satu di antara hasil nyata pendidikan di pesantren. Di mana Darul Ulum sebagai salah satu pesantren tertua di Kubu Raya juga sudah melahirkan para alumni yang mampu mengawal rumah tangga-rumah tangga baik di Kabupaten Kubu Raya maupun di luar Kubu Raya.
“Saya selalu menyampaikan, yang perlu kita jaga dan kawal adalah generasi dan rumah tangga-rumah tangga yang harus hidup tenang dan layak. Semoga kita semua mampu menancapkan dalam niat kita bagaimana kita mampu untuk bisa berjuang bagi generasi dan umat kita,” harapnya.
Muda pun mengajak seluruh masyarakat untuk bersinergi membangun daerah. Di antaranya dengan memerangi kebodohan dan keterbelakangan. Hal itu sebagaimana yang diharapkan Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji yang melalui programnya hendak menghasilkan generasi penghafal Quran. Karena itu, Muda menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Kubu Raya untuk mengawal keberadaan Darul Ulum dan seluruh pondok pesantren lainnya.
“Subtansinya bukan hanya soal pemerintahan yang ada, ada pejabatnya, ada gedungnya, ada birokrasinya sampai kecamatan dan desa. Namun yang paling penting adalah apa yang dipikirkan oleh para pejabat dan birokrasi itu,” ucapnya.
Muda meneruskan, dirinya selalu mengingatkan jajaran birokrasi untuk tidak disibukkan dengan mengurus sesama birokrasi. Namun harus lebih sibuk berpikir dan mengurus umat. Terlebih saat ini Kubu Raya telah berpenduduk 606 ribu jiwa dengan 167 ribu rumah tangga.
“Maka keberadaan pondok pesantren Darul Ulum dan pondok-pondok lainnya ini menjadi magnet kuat untuk mengawal dan menjadi jangkar untuk tiap-tiap kampung. Termasuk juga potensi dari berbagai majelis taklim, ini juga menjadi suatu hal yang bagi kami sangat luar biasa dalam mengawal generasi Kubu Raya,” paparnya.
Terkait kegiatan Haul Akbar dan Milad ke-42 Pondok Pesantren Darul Ulum, Bupati Muda Mahendrawan menyebut andil besar K.H Chairuman Arahbini bersama sang istri, almarhumah Nyai Masfufah binti Djama’ali. Ia menilai keduanya telah melakukan perjuangan panjang dalam mendidik umat.
“Peran K.H Chairuman Arahbini bersama almarhumah Nyai Hj Masfufah binti K.H Djama’ali sudah luar biasa membahagiakan dan memberikan ketenangan kepada umat. Dan ini sejalan dengan tujuan pemerintah yaitu bagaimana memberikan kebahagiaan dan ketenangan kepada umat dalam setiap rumah tangga,” ucapnya. (Arifin)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here