Potensi Terjadi Golput

Muhammad Abdul Wahab, Ketua Pemekaran Kubu Raya

KubuRayaOnline.com – Tokoh Masyarakat Kubu Raya Muhammad Abdul Wahab menilai penetapan paslon menjadi tiga pasang calon bupati dan wakil bupati Kubu Raya menjadi kesempatan bagi seluruh masyarakat untuk menyalurkan hak pilihnya dalam demokrasi.

“Namun memang dalam pelaksanaannya, akan ada dinamika termasuklah adanya pihak-pihak yang kecewa atas tidak majunya incumben tempo lalu,” ujarnya yang juga tokoh pemekaran Kubu Raya.

Di masyarakat, tambahnya tentu masih kekecewaan itu masih akan membekas. Sehingga bisa saja terjadinya angka golput. meskipun angkanya sangat sedikit.

“Terjadinya golput ini memang kemungkinan tidak bisa dielakkan sepertinya. Khususnya bagi mereka pendukung incumben yang fanatisme. Awalnya mereka mendukung penuh tiba-tiba tidak jadi maju. Bisa saja langsung ambil keputusan untuk tidak memilih saja. Itu saya pikir pasti ada,” ungkapnya.

Abdul Wahab juga mengungkapkan bahwa dirinya juga termasuk pendukung incumben sebelumnya. Namun dirinya memastikan tidak akan berpikiran pendek sebab hak demokrasi wajib bagi semua warga negara Indonesia.

“Kalau saya pastikan tetap akan memilih pada hari H nanti. Tentu akan memilih pemimpin yang memiliki pandangan untuk mensejahterakan daerah dan masyarakat,” ungkapnya.

Jadi, terjadinya golput tidak akan menguntungkan pihak manapun. Justru akan memasung hak demokrasi itu sendiri sebagai warga Indonesia.

“Apalagi saya meyakini kalau angka golput sangat sedikit dan tidak akan berpengaruh besar terhadap suara pemilihan,” yakinnya.

Menurut Wahab angka golput itu sendiri tidak bisa dipetakan secara wilayah. Tapi berdasarkan kemungkinan dari terjadinya golput hanya dari mereka yang fanatisme.

“Mungkin tidak hanya terjadi daerah pelosok, tapi akan merata,” jelasnya.

Namun ia berharap untuk golput ini tidak terjadi. Agar pemilihan kepala daerah sesuai dengan keinginan masyarakat.

“Karena saya pikir tiga calon pasangan kepala daerah di Kubu Raya saat punya kesempatan yang sama. Pak Muda Mahendrawan punya rekam jejak pernah memimpin Kubu Raya, Hamzah Tawil dari pembisnis dan cukup relegius, begitu juga Werry Syahrial saya sangat kenal. Jadi tinggal masyarakat untuk menentukan pilihannya,” pungkasnya.

Laporan: Anton
Editor: Riandi

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here