Sekolah Diminta Perbarui Data

Muda Mahendrawan saat membuka Sosialisasi DAk Fisik Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2019 di Hotel Dangau Kubu Raya

KuburayaOnline.com-Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan meminta Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, dan Sanggar Kegiatan Belajar di Kabupaten Kubu Raya untuk terus memutakhirkan Data Pokok Pendidikan atau Dapodik.

Hal itu diingatkannya terkait program Dana Alokasi Khusus Fisik Bidang Pendidikan yang pengalokasiannya berbasiskan pada Dapodik, sementara sejumlah sekolah di Kubu Raya tidak mendapatkan DAK karena dapodik yang tidak dimutakhirkan.

“Kegiatan DAK Fisik Bidang Pendidikan setiap tahun dilakukan dengan basis data yang diambil dari data Dapodik yang ada di Kubu Raya. Karena itu kita berharap ke depan semua sekolah sama-sama memutakhirkan datanya agar tidak ketinggalan,” ujar Muda Mahendrawan saat membuka Sosialisasi DAk Fisik Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2019 di Hotel Dangau Kubu Raya, Selasa (16/4).

Muda mengatakan pemutakhiran dapodik mutlak harus dilakukan agar ada perluasan dan persebaran alokasi DAK bagi sekolah-sekolah di Kubu Raya. Terkait DAK tersebut, ia menilai yang terpenting adalah fokus pada upaya memperbaiki basis data yang ada di Kabupaten Kubu Raya dan bukan sekadar fokus pada nilainya.

“Nah, diharapkan dari seluruh sekolah bisa kita dorong untuk updating data agar nanti bisa diupayakan perluasan daripada sebaran alokasi untuk sekolah. Mudah-mudahan tahun ini kita sudah bisa laksanakan dengan lebih efektif,” harapnya.

Muda menambahkan pengerjaan fisik juga harus didorong untuk segera dilakukan. Hal itu menurut dia penting karena akan memudahkan dalam evaluasi kegiatan sekaligus menjadi basis data yang mutakhir.

“Nah, kalau memang pelaksanaannya cepat memang kita juga lebih mudah untuk mengevaluasi kegiatan dan sekaligus untuk menjadikan basis data yang update. Jadi terpentingnya adalah kita tidak usah fokus pada soal nilai, tapi bagaimana dalam kegiatan ini diharapkan kita bisa memperbaiki basis data yang ada di Kubu Raya,” tuturnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kubu Raya Frans Randus mengungkapkan pelaksanaan tahap satu DAK Fisik Pendidikan berlangsung pada Juli mendatang. Karena itu pihaknya melakukan persiapan sejak jauh hari.

Ia menjelaskan saat ini ada perubahan regulasi di mana pekerjaan berlangsung dalam tiga tahap yang tiap tahapnya hanya bisa dilaksanakan jika tahap sebelumnya telah selesai dikerjakan.

“Berbeda dengan DAK dua tahun lalu yang pekerjaan fisik bisa dikerjakan sampai akhir tahun dan pencairan hingga akhir tahun pun boleh. Kalau sekarang sesuai dengan skedul waktu. Kalau kita terlambat, maka tahap berikutnya itu tidak bisa dicairkan,” terangnya.

Frans menjelaskan total anggaran DAK Fisik Bidang Pendidikan Tahun 2019 mencapai hampir Rp 50 miliar. Rinciannya adalah Rp 38 milar lebih untuk DAK Fisik SD, Rp 10 milar lebih untuk DAK Fisik SMP, dan hampir Rp 500 juta untuk DAK Fisik SKB. Jumlah tersebut digunakan untuk pembangunan ruang kelas baru, rehabilitasi ruang kelas, rumah dinas guru, pembangunan jamban sekolah, pembangunan laboratorium IPA, pembangunan perpustakaan, dan rehabilitasi ruang SKB.

“Total anggaran Rp 49.801.744.000,” terangnya.(Abs)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here