Semua Etnis di Kepengurusan KSBN Kalbar

Foto bersama kepengurusan KSBN di The Q Hall Qubu Resort Kubu Raya

KuburayaOnline.com – Kepengurusan Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) Kalimantan Barat dipastikan akan digawangi semua etnis yang ada di Kalimantan Barat. Ketua KSBN Kalbar terpilih Sujiwo mengatakan, hal itu menjadi cermin bahwa semua etnis yang ada di Kalbar bisa disatukan melalui seni dan budaya.

“Total ada 22 etnis yang tergabung di KSBN. Saya suku Jawa, sekretarisnya Melayu, bendaharanya Madura, kemudian ketua hariannya Dayak. Memang sengaja kita bikin begitu karena Kalbar ini kan multietnis dan kaya akan seni budaya. Nah, dengan terbentuknya KSBN ini, diharapkan jadi perekat dan pemersatu semua kelompok etnis dan budaya di Kalimantan Barat,” tutur Sujiwo seusai kegiatan pleno kepengurusan KSBN di The Q Hall Qubu Resort Kubu Raya, Selasa (3/3).

Sujiwo mengungkapkan, KSBN Kalimantan Barat telah merampungkan struktur kepengurusan. Nama-nama yang sudah tercatat untuk mengisi struktur nantinya akan diajukan ke KSBN Pusat untuk kemudian di-SK-kan.

“Kepengurusan sudah lengkap dan dalam waktu dekat kita akan audiensi dengan Gubernur Kalbar. Nanti kita bentuk panitia kecil untuk pengukuhan, kemudian setelahnya sesuai bidang masing-masing akan menyusun program kerja,” terangnya.

Lebih lanjut Wakil Bupati Kubu Raya ini menegaskan komitmen untuk memajukan seni dan budaya di Kalimantan Barat, sebagaimana tujuan dibentuknya organisasi KSBN. Di bawah kepemimpinannya, Sujiwo bertekad menjadikan KSBN sebagai wadah bagi para seniman dan pegiat seni budaya. Khususnya untuk mengembangkan kreasi dan inovasi di bidang seni budaya. Terlebih di Kalimantan Barat yang multietnis dan multibudaya.

“Harus kita akui memang keberadaan para pelaku dan penggiat seni budaya itu lebih banyak yang mandiri. Karena selama ini memang belum ada wadah yang secara sah dan resmi seperti halnya KONI di bidang olahraga,”katanya.

Dia menambahkan, mereka dalam mengadakan pertunjukan budaya masih secara parsial, bukan secara umum karena belum terstruktur model sistem untuk memberikan porsi anggaran itu.

“Nah, mudah-mudahan dengan adanya KSBN, kesulitan yang selama ini dihadapi oleh seniman dan budayawan dapat kita minimalisasi,” paparnya. (Saf)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here